Indramayu,PN
Warga masyarakat kabupaten Indramayu, dihebohkan dengan adanya penemuan situs purbakala berupa struktur bangunan berudak di tengah pesawahan di blok Dingkel Desa Sambimaya Kec. Juntinyuat Kabupaten Indramayu, beberapa waktu lalu/
Temuan purbakala ini, langsung di tindaklanjuti oleh tim arkeolog Jawa Barat dan Banten untuk melakukan proses penerlitian struktur bangunan di lokasi pesawahan desa setempat dengan melakukan penggalian hingga kedalaman lebih dari 1 meter.
Dari hasil penelitian ini, cukup mengejutkan karena tim arkeolog menemukan lapisan pecahan bata halus (gravel) pada sekitar lokasi pondasi bangunan purbakala tesebut.
Temuan tesebut menguatkan dugaan bila gravel tersebut berfungsi sebagai stabilizer kala tejadinya gempa bumi , sehingga kondisi struktur bangunan bisa lebih tahan tehadap gempa yang melanda kawasan pantai utara.
Ketua tim Peneliti Arkeolog Situs Sambimaya Nanang Saptono menyebutkan, pecahan bata setebal 10 centimeter yang mengelilingi bangunan tersebut.
“Artinya para undagi pada kala itu sudah memikirkan dampak dari kebencanaan dari bangunan yang didirkan di kawasan yang rawan bencana,” jelas Nanang kepada pers.
Nanang menjelaskan lapisan penahan gempa ini juga ditemukan di situs situs arkeologi lainnya di Indonesia seperti kompleks percandian Batujaya di Kabupaten Karawang, dan kompleks percandian Prambanan di Jawa Tengah.
Dia menyebutkan, jika di Prambanan menggunakan kerikil sebagai lapisan penahan gempa. Di Situs Sambimaya Indramayu menggunakan pecahan bata merah.
“ Kalau melihat dengan kondisi dilapangan ada banyak kesemaaan struktur dasar bangunan sebagai upaya menjaga bangunan dari getaran bumi saat tejadinya gempa , pada situs Sambimaya Indramayum hampir sama kondisinya dengan situs bangunan yang diBatujaya Karawang,” tutur dia..
Sementara, arkeolog dari Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Banten Sony Prasetiya Wibawa mengatakan progres ekskavasi di situs Dingkel 1 Sambimaya ini, masih terus diteliti dan dilakukan pengumpulan dana sehingga kita bisa banyak mendapatkan informasi tentang kondisi struktur bangunan kala itu, yang dinilai sudah memiliki teori yang cukup baik dalam mempertahankan bangunan di atas permukaan bumi dari ancaman bencana temasuk bencana gempa bumi atau banjir,” ungkap dia.
Ia menambahkan struktur dinding dan vangunan yang ditemukan yang dibangun merupakan bangunan berundak dan struktur bangunan yang tegolong cukup kuat meski hanya menggunakan material sederhana yang sudah dibuat dan tersedia pada saat itu.**(ichsan).















