Pelita News, Cirebon Timur
Aksi koboi jalanan yang terjadi di Jalan Raya Cipeujeuh Wetan, Kecamatan Lemahabang pada Rabu (6/12) sekitar Pukul 16.30 Wib mendapat reaksi keras dari berbagai kalangan dan tokoh masyarakat. Tak terkecuali dengan Sekjen Forum Komunikasi Kuwu Cirebon (FKKC), Ahmad Hudori mengecam keras aksi yang dilakukan oleh R di jalan raya dan dimuka umum terhadap Toni yang merupakan Sekretaris Desa Cipeujeuh Wetan, Kecamatan Lemahabang. Diberitakan sebelumnya, R menodongkan senjata jenis Soft Gun kepada Toni karena persoalan persinggungan Partai politik. R sendiri belakangan diketahui merupakan anak dari salahsatu anggota DPRD Kabupaten Cirebon Fraksi Partai Gerindra.
Sekjen FKKC, Ahmad Hudori kepada Pelita News sangat mengecam keras adanya perilaku arogan yang dilakukan R terhadap Toni yang tak lain merupakan Sekretaris Desa Cipeujeuh Wetan. Secara pribadi dirinya sangat prihatin sekali dengan adanya tindakan arogan yang dilakukan R kepada Toni atau kepada siapapun. Hal tersebut sangat tidak dibenarkan dan apapun masalahnya tidak perlu dengan tindakan menodong senjata. Menurutnya, sikap – sikap arogan ini tidak baik untuk ditiru dan ini harus di proses oleh pihak berwajib yang memiliki kewenangan, supaya masyarakat tetap dapat kondusif dan tidak adanya pemikiran – pemikiran yang lain dengan adanya kejadian tersebut. “Jadi saya berharap siapapun juga harus mengikuti hukum yang berlaku. Jaga kondusifitas ditengah – tengah kompetisi politik yang sedang berjalan. Apalagi ini dilakukan oleh anak dari salahsatu anggota Dewan, harusnya justru memberikan contoh yang baik kepada masyarakat,“ ujarnya.
Hudori pun menegaskan, FKKC sangat support untuk PPDI, maka dirinya sangat prihatin terhadap adanya kejadian koboi jalanan yang menimpa Sekretaris Desa Cipeujeuh Wetan. Dijelaskannya, yang menjaga paling pertama kondusifitas itu ada dilingkup desa, untuk itu dirinya sepakat bahwa kasus ini harus segera dituntaskan. Kemudian berikan kembali kepercayaan kepada masyarakat, rasa aman dan rasa nyaman. Selain itu, dirinya berharap dengan adanya kejadian ini kepada para perangkat desa tetap solid dan kompak serta terjaga kembali kondusifitas dan keamanan lingkungan desa. “ini jadi preseden buruk dan contoh tidak baik untuk masyarakat, ini sangat arogan sekali. Apapun alasannya sangat tidak dibenarkan dengan prilaku koboi jalanan seperti ini,“ tegasnya. (Ries)















