Pelita News I Indramayu – Sekira 25.000 siswa kelas enam SD negeri/swasta di Kabupaten Indramayu menguikuti Asesmen Sumatif Akhir Jenjang (ASAJ) Tahun pelajaran (TA) 2024. Pelaksanaan ASAJ sebagai pengganti ujian sekolah dan dilaksanakan di sekolah masing-masing.
Kepalan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Indramayu, H. Caridin melalui Kabid Pembinaan SD, Untung Aryanto mengatakan ASAJ TA 2024 diikuti 25.000-an siswa kelas 6. Mereka tersebar di 890-an sekolah negeri/swasta.
Menurutnya, ASAJ dilaksanakan selama enam hari sejak Senin-Sabtu, 13-18 Mei 2024 bagi sekolah yang ada pelajaran tambahan Pendidikan Lingkungan Hidup (PLH) Mangrove, yang tidak ada pelajaran tambahan hanya lima hari.
Pelaksanaan ASAJ kata dia, menjadi otoritas sekolah. Dinas hanya memberikan rambu-rambu petunjuk dan teknis (juknis) dan kisi-kisi. Sekolah melaksanakan ASAJ dan pihaknya memantau melalui monitoring dan evaluasi (monev). Monev itu untuk mengetahui sejauh mana sekolah melaksanakannya.
“ASAJ menjadi tanggung jawab sekolah, kami hanya monev,” kata dia di kantornya, Senin (13/5/2024).
Untung menegaskan, kewenangan sekolah itu termasuk soal ASAJ. Artinya, soal diserahkan ke sekolah. Tekniknya, beragam ada yang mampu mencetak sendiri, ada yang berkolaborasi dengan gugus, ada yang berkolaborasi dalam satu kecamatan. Yang penting itu pelaksananya adalah sekolah dan Disdik tidak menyediakan soal. Disdik hanya mengendalikan dan memberikan kisi-kisi sehingga soal tidak keluar dari rambu-rambu dinas.
“Sekolah mau mencetak kemana pun itu otoritas mereka (sekolah). Kita tidak pernah mengarahkan atau mengkondisikan pembuatan soal ASAJ,” tegasnya.
Sementara untuk menentukan kelulusan siswa lanjutnya, ditentukan bahwa anak itu benar adalah siswa di sekolah itu dan memiliki nilai rapor dari kelas 1 hingga kelas 6.
“Asesmen harus dilaksanakan dengan baik dan mengendepankan integritas sehingga anak itu mempunyai hasil sesuai kemampuannya,” pungkas Untung. @safaro















