Pelita News | Cirebon Timur – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Waled terus menunjukkan keseriusannya bertransformasi menjadi pusat layanan kesehatan unggulan di wilayah Cirebon Timur. Berbagai inovasi layanan kini dikembangkan, mulai dari Pelayanan Jantung Terpadu (PJT) hingga penguatan spesialis kebidanan fetomaternal.
Di bawah kepemimpinan Direktur RSUD Waled, dr. Deni Wirhana Surjono, Sp.OG, Subsp. KFM, pengembangan layanan dilakukan secara terarah dan terukur. RSUD Waled bahkan disebut sebagai salah satu rumah sakit pemerintah yang ditunjuk untuk menjalankan program prioritas nasional di bidang kesehatan.
“Setiap langkah sekarang acuannya sudah jelas. Kita sudah punya peta jalan pengembangan yang terarah. Ini bagian dari proses panjang yang sudah dibangun sejak lama,“ ujar dr. Deni, Jumat (27/3).
Deni menjelaskan, penguatan RSUD Waled tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga pada peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM). Sejak awal berdiri, pengembangan SDM menjadi fondasi utama.
Periode 2000–2010 menjadi fase awal pembangunan, dengan fokus pada peningkatan kapasitas tenaga kesehatan melalui pendidikan dan pelatihan, termasuk ke luar negeri. Selanjutnya, pada periode 2010–2020, rumah sakit ini memasuki fase penguatan kompetensi lanjutan bagi tenaga medis, terutama dokter spesialis dan subspesialis.
“Sekarang kita masuk fase berkelanjutan. SDM terus bergerak, ada yang sedang menempuh pendidikan, ada yang kembali, dan ada juga yang berangkat lagi. Ini siklus yang terus berjalan,” jelasnya.
Salah satu program strategis yang tengah dikejar adalah pengembangan Pelayanan Jantung Terpadu (PJT). Layanan ini dirancang mencakup seluruh penanganan penyakit jantung secara komprehensif, mulai dari kondisi darurat, tindakan intervensi, hingga operasi bedah jantung. RSUD Waled menargetkan layanan tersebut mulai beroperasi optimal dalam waktu dekat.
Bahkan, peluncuran resmi direncanakan pada Juni 2026, seiring kesiapan alat dan tenaga medis. “Ke depan, seluruh penanganan jantung akan terintegrasi di sini. Dari pasien datang dalam kondisi darurat hingga tindakan operasi, semuanya bisa dilakukan di RSUD Waled,“ tegas dr. Deni.
Tak hanya itu, RSUD Waled juga tengah mengembangkan layanan cath lab, yang memungkinkan penanganan penyumbatan pembuluh darah pada jantung maupun otak tanpa operasi besar. Teknologi ini dinilai lebih cepat, minim risiko, dan meningkatkan keselamatan pasien.
Di bidang lain, layanan kebidanan dan kandungan turut diperkuat, khususnya melalui spesialisasi fetomaternal yang menangani kehamilan berisiko tinggi serta kelainan pada ibu dan janin.
“Layanan fetomaternal menjadi salah satu unggulan kami. Kasus-kasus kompleks pada ibu dan janin bisa ditangani di sini,“ ungkapnya.
Dengan berbagai keunggulan tersebut, RSUD Waled kini tidak hanya menjadi tempat pelayanan kesehatan, tetapi juga rujukan dan pusat pelatihan tenaga medis dari berbagai daerah.
Dari sisi infrastruktur, RSUD Waled masih memiliki cadangan lahan sekitar 2,7 hektare untuk pengembangan ke depan. Namun, sejumlah bangunan lama masih memerlukan revitalisasi agar sesuai dengan standar pelayanan terbaru, termasuk ketentuan dari BPJS Kesehatan.
“Kami sedang mengajukan dukungan anggaran ke pemerintah daerah dan provinsi untuk pengembangan gedung serta ruang perawatan,“ katanya.
Melalui berbagai langkah strategis ini, RSUD Waled menargetkan diri menjadi rumah sakit rujukan utama di wilayah timur Kabupaten Cirebon, bahkan Jawa Barat.
“Kami ingin masyarakat tidak perlu jauh-jauh berobat. Layanan unggulan bisa diakses di sini,“ tutup dr. Deni.
Langkah progresif tersebut menjadi bukti bahwa RSUD Waled terus berkembang, tidak sekadar sebagai rumah sakit daerah, tetapi sebagai institusi kesehatan modern yang siap bersaing dan menjadi andalan masyarakat. @Ries















