Indramayu.PN
Rehabilitasi gedung Korpri kabupaten Indramayu menggunakan anggaran pendapatan belanja daerah (APBD) tahun 2021, hasil pekerjaan oleh CV. Istana Indah Sejahtera cukup terlihat rapih sekalipun Belum selesai 100 persen.
Kegiatan pekerjaan rehab Terlihat rapih gedung Korpri Indramayu Yang menggunakan kerangka baja ringan cukup apik dan rapih, hal ini hasil sentuhan dari CV. Istana Indah Sejahtera dan banyak apresiasi dari kalangan masyarakat terhadap hasil pekerjaan tersebut kendati tidak merubah bentuk namun cukup mentereng.
Suratno (52) tahun warga desa Sindang kepada harian pelita mengatakan, pelaksanaan pekerjaan rehab gedung Korpri Indramayu cukup lumayan , pasangan baja ringan yang tersusun rapih serta pergantian jendela menggunakan bahan almunium. Sehingga menambah rapih .
Memang sebelumnya juga bagus saat mengunakan kerangaka kayu bagian atas, namun saat ini justru lebih bagus dan terlihat rapih , apa lagi jendela yang sedang dipasang terlihat rapih kendati belum dipoles dengan warna cat, melihat hasil pekerjaan oleh CV. Istana Indah Sejahtera patut diapresiasi ” kami sebagai masyarakat hanya bisaelihat kenyataan fisik saja , muda mudahan kwalitas bajaringan yang digunakan sesuai ketentuan ” ujar Suratno.
Sementara menurut pelaksna CV. Istana Indah Sejahtera , menjelaskan kegiatan rehab gedung Korpri berdsarkan perjanjian kontrak akan selesai pada tanggal 8 Desember nanti, dan sumber angaran dari dana APBD kabupaten Indramayu tahun anggaran 2021, pada prinsipnya semua kegeiatan yang sedang dilkasanakan tidak akan menyimpang dari speak , dan bisa dilihat bahan baja ringan yang digunakan tersebut sesuai ketentuan .
Menyinggung limbah kayu bekas gedung tersebut masih belum ada leleng dari pihak pemerintah kabupaten Indramayu , sehingga cukup memakan halaman untuk menyimpan kayu bekas yang telah dibongkar, ” lihat saja dihalaman belakang gedung Korpri penuh dengan kayu bekas” ujar pelaksana
Sedangkan genteng masih masih mengunakan genteng lama , sehingga berdasarkan perhitungan genteng tersebut harus menambah beberapa persen, karena jika tidak beli yang baru lagi dipastikan akan kurang ” setalah kami turunkan genteng tadi ternyata banyak yang pecah ” ujar pelaksana (duliman)















