Kabupaten Cirebon Pelita News
Laporan realisasi APBDes tahun 2024 di sistem Keuangan Desa (Siskeudes) untuk desa diseluruh Kecamatan Tengah Tani Kabupaten Cirebon dipertanyakan, berdasarkan informasi yang dihimpun Harian Pelita News beberapa waktu lalu memperlihatkan data laporan yang dinilai sangat janggal, pasalnya dari delapan desa yang ada di Kecamatan Tengah Tani berkaitan realisasi APBDes tahun 2024 diduga janggal, terlihat dari informasi yang dihimpun terdapat salah satu desa yang baru merealisasikan APBDes dibawah 60 persen, bahkan yang menjadi pertanyaan besar terdapat juga desa yang masih nol persen realisasi APBDes nya.
Ketika Jurnalis Harian Pelita News mengkonfirmasi Cuanton Sekretaris Desa Astapada Kecamatan Tengah Tani Kabupaten Cirebon melalui belum lama ini ucapan yang mengejutkan yang dilontarkannya, Cuanton mengatakan pihaknya telah merealisasikan APBDes 2024 dan telah diinputnya melalui Siskeudes.
“semua sudah selesai, yang tahu persis Kaur Keuangan,”katanya.
Saat ditunjukkan data realisasi APBDes tahun 2024, Ia memastikan bahwa semua realisasi keuangan telah diinputnya, bahkan Cuanton juga melontarkan bahwa kemungkinan sistem tersebut error.
“baru juga saya dari Kecamatan, dan kata Pak Pem Kecamatan, juga sama menginformasikan hal itu, mungkin itu error soalnya semua sudah dimasukkan ke sistem,”ungkapnya.
Ia diduga berdalih akan menginformasikan mengenai realisasi APBDes tahun 2024, setelah dirinya mendapatkan keterangan dari Kaur Keuangan yang saat itu sedang tidak ada ditempat.
“nanti dikabari, kalau sudah ada info dari Kaurnya,”papar Cuanton.
Sementara itu H.Amirudin Kuwu Desa Dawuan Kecamatan Tengah Tani Kabupaten Cirebon yang juga merupakan Ketua Forum Komunikasi Kuwu Cirebon (FKKC) Kecamatan Tengah Tani melalui via WhatsApp nya mengakui adanya keterlambatan pada penginputan data di Siskeudes, namun Ia memastikan penginputan data itu akan selesai sesuai dengan waktu yang telah ditetapkan.
“kami sudah kordianasi terkait hal ini ,dengan desa-desa yang ada di Kecamatan Tengahtani, Intinya memang ada keterlambatan, tapi mudah-mudahan bisa diselesaikan,karena memang anggarannya sudah direalisasikan,”jelasnya.
Saat itu juga H.Amirudin menegaskan bukan hanya desa yang ada di Kecamatan Tengahtani saja yang sedang mengejar penyelesaian penginputan data realisasi APBDes tahun 2024, akan tetapi semua desa yang belum menyelesaikan dituntut agar selesai secepatnya.
“semua desa di Kabupaten lagi kejar tayang, untuk pengajuan DD tahap pertama cair sebelum lebaran,”Pungkasnya.(Sur)















