Pelita News | Cirebon Timur – Tebing sungai Cigarugak yang berada di Blok Nagrak, Desa Sedong Kidul Kecamatan Sedong bertahun lamanya mengalami longsor berkelanjutan dan terus menggerus lahan hingga mendekati ke pemukiman warga. Kini mendapat respon dari Balai Besar Wilayah Sungai Cimanuk – Cisanggarung (BBWS-CC) dengan merealisasikan kegiatan pembangunan tembok penahan tanah di area sungai yang mengancam keselamatan rumah warga.
Pantauan Pelita News, pada kegiatan pembangunan di tebing sungai Cigarugak ini disayangkan dengan tidak adanya papan informasi kegiatan. Hal ini tentunya mengundang kecurigaan dan ketidaktransparanan pelaksana kegiatan pembangunan, sehingga kegiatan tersebut seperti bak proyek siluman. Padahal papan informasi proyek wajib dipasang agar masyarakat dapat mengetahui detail proyek, termasuk lokasi, anggaran, dan jadwal, serta dapat melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan proyek serta memastikan transparansi dan akuntabilitas.
Ketua Pejuang Siliwangi Kecamatan Sedong, Ruya’i meminta pelaksanaan kegiatan pembangunan yang saat ini sedang berlangsung di tebing sungai Cigarugak Blok Nagrak agar lebih mengedepankan kualitas. Menurutnya, pembangunan yang sebelumnya pernah dilakukan juga di tempat yang serupa di duga karena di sebabkan proses pembangunan yang hanya mengedepankan cari keuntungan ke kantong sendiri dan bukan mengedepankan kualitas pembangunan pekerjaan.
“Sebelumnya pembangunan diarea longsor ini terbilang belum lama atau baru beberapa tahun dikerjakan, tapi ya seperti ini cepet rusak dan kembali mengalami longsor. Maka kami berharap pada pembangunan yang sekarang sedang dikerjakan benar-benar mengedepankan kualitas jangan seperti sebelumnya. Ini berlaku bukan disini saja tapi di seluruh pekerjaan di wilayah Kecamatan Sedong,“ ujarnya. @Ries















