Pelita News | Kab. Cirebon – Pembangunan Program Tematik budidaya ikan di Desa Curug, Kecamatan Susukanlebak, Kabupaten Cirebon telah dimulai hari ini, Sabtu 7 November 2026.
Pembangunan di Desa Curug ini menjadi penanda dimulainya realisasi program swasembada protein Presiden Prabowo Subianto di Kabupaten Cirebon. Sebanyak 11 dari 13 desa di Kecamatan Susukanlebak dikabarkan akan membangun kolam ikan tematik.
Program dengan anggaran Rp 1,5 miliar per desa/kelurahan tersebut mensyaratkan ketersediaan lahan minimal 1.000 meter persegi. Dari informasi yang dihimpun, 11 desa di Susukanlebak telah menyatakan kesiapan lahan dengan pelaksana pembangunan oleh PT Adi Karya.
Pembangunan kolam tematik ini diharapkan menjadi motor kemandirian protein sekaligus penggerak ekonomi baru bagi warga desa melalui budidaya perikanan darat.
Masuk Program Kerja Prioritas Nasional (PKPN) 40.000 Lokasi
Program di Susukanlebak ini merupakan bagian dari percepatan nasional yang dilakukan Kementerian Koordinator Bidang Pangan (Kemenko Pangan) bersama Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) untuk memperkuat ketersediaan protein ikan nasional. Pemerintah menargetkan pembangunan mencapai 40.000 lokasi hingga tahun 2029.
Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono menjelaskan, pengembangan program budi daya ikan tematik merupakan bagian dari Program Kerja Prioritas Nasional (PKPN).
“Pengembangan program budi daya ikan tematik merupakan bagian dari Program Kerja Prioritas Nasional (PKPN) yang ditargetkan menjangkau 40.000 lokasi hingga 2029,“ ungkap Menteri Trenggono dalam siaran resmi di Jakarta, Jumat (30/10).
Menuju pelaksanaan program tersebut, KKP sudah melakukan sosialisasi program budi daya ikan tematik bersama Komisi IV DPR RI dan pemerintah daerah untuk memperkuat kesiapan lahan, pengelola, serta pemasaran agar bantuan dapat berkembang menjadi usaha produktif yang berkelanjutan.
Program ini nantinya mencakup pembangunan fasilitas, pelatihan operator, penyediaan benih dan pakan, serta pendampingan pada tahap awal operasional. Penyuluh perikanan KKP juga akan mendampingi pengelola untuk memperkuat kemampuan teknis dan pengelolaan usaha agar produksi dapat berlanjut secara mandiri.
“Jadi kita dampingi sampai satu kali operasional. Setelah itu harapannya sudah bisa mandiri, jalan sendiri,“ tambah Direktur Jenderal Perikanan Budi Daya, Tb Haeru Rahayu.
Kesiapan lahan menjadi perhatian utama. Tebe menegaskan bahwa lokasi harus memiliki status yang jelas, bebas konflik, dan memenuhi persyaratan program. Kelayakan teknis, akses menuju lokasi, serta ketersediaan listrik perlu dipastikan agar kegiatan budi daya dapat berjalan dengan baik.
Sinergi Lintas Kementerian
Target percepatan ini dibahas dalam Rapat Koordinasi Terbatas (Rakortas) Budidaya Ikan Darat Tematik di KKP, Jakarta, pada Selasa (15/9) lalu.
Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan mengatakan percepatan program membutuhkan koordinasi lintas kementerian/lembaga. Ia menegaskan pengembangan budidaya ikan tidak boleh berhenti pada pembangunan kolam semata, melainkan harus membentuk ekosistem produksi yang berkelanjutan.
“Keberhasilan program itu harus didukung sejumlah aspek, mulai dari ketersediaan lahan, infrastruktur, benih, pakan, teknologi, pembiayaan, hingga kepastian pasar bagi hasil panen,“ tuturnya.
Pada tahap awal tahun 2026, pemerintah membidik target pembangunan di 2.073 lokasi lintas provinsi. Sebaran wilayahnya meliputi Jawa Timur, Jawa Tengah, DIY, Banten, Jawa Barat, dan Lampung. KKP sebelumnya juga tercatat telah merampungkan 100 unit kolam budidaya bioflok tematik di empat provinsi Pulau Jawa.
Hal itu kembali ditegaskan Zulhas saat di Palembang, Rabu 4 November 2026: “Kita akan bangun besar-besaran, perintah Bapak Presiden setiap desa harus swasembada protein. Rp 1,5 miliar per desa atau kelurahan dengan syarat punya lahan 1.000 meter,“ ungkapnya.
Program tersebut diperuntukkan bagi sekitar 60 ribu desa/kelurahan. Selain itu pemerintah juga akan membangun 5.000 kampung nelayan yang dilengkapi balai lelang, pabrik es, cold storage, dan SPBN.
Melalui PKPN 40.000 lokasi ini, budidaya ikan tematik resmi ditempatkan sebagai strategi utama untuk memperkuat ketahanan pangan dan kemandirian protein nasional. @Ries













