Pelita News | Kab. Cirebon – Sebanyak 14 Kepala SD Negeri se-Kecamatan Susukanlebak, Kabupaten Cirebon mengikuti Penilaian Kinerja Kepala Sekolah (PKKS) Tahun 2026 yang bertempat di SDN 1 Ciawiasih, Kamis (05/11/2026).
Kegiatan ini digelar untuk memotret capaian kinerja kepala sekolah secara objektif selama periode Januari sampai akhir 2026. Pelaksanaan PKKS Tahun 2026 masih berpegang pada 5 prinsip: Objektif, Terukur, Akuntabel, Partisipatif, dan Transparan.
PKKS bukan sekadar penilaian, tetapi cermin dedikasi dan komitmen seorang pemimpin pembelajar yang terus berbenah untuk memberikan yang terbaik bagi sekolah, peserta didik, dan masa depan pendidikan.
Tujuan utamanya adalah menjamin objektivitas dan pembinaan karier berbasis prestasi, serta mewujudkan sekolah berkualitas yang bercirikan pembelajaran berpusat pada murid, pendidik yang reflektif dan gemar berkolaborasi, iklim sekolah yang aman dan inklusif, serta kepemimpinan untuk perbaikan layanan berkelanjutan.
Penilaian dilakukan melalui tiga metode utama:
1. Ekspose/Presentasi: aparan progres kinerja oleh kepala sekolah selama 10 menit secara tegas, padat dan terstruktur.
2. Visitasi & Verifikasi: Kunjungan ke sekolah untuk observasi, telaah dokumen, dan wawancara.
3. Angket Responden: Penilaian dari stakeholder (Atasan, PTK, Siswa, Teman Sejawat).
Dalam eksposenya, 14 Kepala SD Negeri tersebut wajib memaparkan 7 substansi, mulai dari Analisis SWOT dan Rapor Pendidikan, Progres Implementasi Merdeka Belajar, Pengembangan Sarana Fisik, Pengembangan Kompetensi PTK dan Peserta Didik, Capaian Prestasi Akademik & Non-Akademik, hingga Progres Capaian MOU/PERKIN 2026.
Ketua Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) Kecamatan Susukanlebak yang juga Kepala SDN 1 Karangmangu, Egi Odiana, S.Pd mengatakan, pelaksanaan PKKS Tahun 2026 di SDN 1 Ciawiasih ini sangat penting untuk mengukur kinerja kepala sekolah secara objektif dan transparan.
“PKKS bukan ajang untuk saling menjatuhkan, melainkan menjadi cermin evaluasi diri bagi setiap kepala sekolah untuk melihat progres yang telah dicapai selama periode Januari sampai menjelang akhir 2026,“ tegasnya.
Ia berharap 14 Kepala SD Negeri se-Kecamatan Susukanlebak dapat menampilkan substansi ekspose dengan maksimal, mulai dari analisis SWOT berbasis Rapor Pendidikan, progres Merdeka Belajar, hingga capaian MOU/PERKIN 2026.
Ia juga menegaskan bahwa dengan 3 metode penilaian yaitu ekspose, visitasi verifikasi, dan angket responden dari stakeholder, hasil PKKS akan lebih akuntabel dan bisa menjadi dasar pembinaan karier berbasis prestasi.
“Kami di K3S sangat mendukung. Apa yang sudah baik kita pertahankan, yang masih kurang kita perbaiki bersama. Terima kasih kepada tuan rumah SDN 1 Ciawiasih yang telah memfasilitasi kegiatan ini,“ ujar Egi.
Hingga akhir acara, kegiatan PKKS Tahun 2026 berjalan lancar dan penuh semangat kolaborasi. @Ries














