Pelita News I Indramayu – Mimpi memiliki masjid yang refresentatif untuk sarana ibadah jajaran direksi, dewas dan karyawan Perumdam Tirta Dharma Ayu (TDA) Kabupaten Indramayu bakal terwujud. Hal itu, ditandai dengan dilakukannya peletakan batu pertama pembangunan Masjid Al-Anhar di kompleks Perumdam setempat, Rabu (4/11/2026).
Pembangunan masjid menjadi bagian dari upaya Perumdam TDA meningkatkan fasilitas sarana ibadah bagi keluarga besar perusahaan. Masjid yang sebelumnya telah berdiri sejak masa kepemimpinan Bupati Ope Mustafa itu, kini akan dibangun kembali dengan konsep lebih modern, luas, dan representatif.
Direktur Utama (Dirut) Perumdam TDA Kabupaten Indramayu, H. Nurpan, S.E., M.Si., mengatakan, pembangunan Masjid Al-Anhar merupakan tindak lanjut dari hasil musyawarah bersama seluruh karyawan dan jajaran direksi. Selain mempertimbangkan kondisi bangunan lama, pembangunan kembali masjid juga berangkat dari aspirasi karyawan yang menginginkan fasilitas ibadah lebih memadai sesuai perkembangan kebutuhan.
”Alhamdulillah, pada hari ini kita dapat melaksanakan peletakan batu pertama sebagai tanda dimulainya pembangunan masjid. Ini merupakan tindak lanjut dari hasil musyawarah bersama seluruh karyawan dan jajaran direksi Perumdam Tirta Dharma Ayu,” ujar Nurpan.
Menurutnya, pembangunan Masjid Al-Anhar diharapkan tidak hanya menghadirkan tempat ibadah yang lebih nyaman, tetapi juga menjadi bagian dari penguatan nilai-nilai spiritual di lingkungan Perumdam TDA.
Ia menegaskan, tugas Perumdam tidak hanya sebatas memberikan pelayanan kepada masyarakat, tetapi juga perlu diimbangi dengan kegiatan dan pengabdian yang memiliki nilai ibadah.
”Kami memohon doa dan dukungan dari semua pihak agar pembangunan Masjid Al-Anhar dapat berjalan lancar hingga selesai. Kami berharap, masjid ini tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga menjadi wujud bahwa Perumdam tidak semata-mata menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat, melainkan juga memperhatikan aspek spiritual. Dengan demikian, setiap pekerjaan dan pengabdian yang kita lakukan dapat menjadi ladang ibadah kepada Allah SWT,” tuturnya.
Nurpan menjelaskan, selain pembangunan masjid juga akan diikuti dengan peningkatan sejumlah fasilitas pendukung. Di antaranya perluasan area parkir, pembenahan fasilitas mandi, cuci, kakus (MCK), serta penataan lingkungan agar lebih nyaman.
Pembangunan tersebut, direncanakan dua lantai, lantai pertama untuk sarana ibadah, sedangkan lantai kedua akan difungsikan sebagai gedung pertemuan yang dapat menunjang berbagai kegiatan.
Menariknya, pembangunan Masjid Al-Anhar merupakan hasil kebersamaan keluarga besar Perumdam TDA. Mulai dari perencanaan desain arsitektur yang dirancang langsung oleh Direktur Umum Perumdam TDA, Dr. Ir. Sunaryo, S.T., M.T., pembentukan kepanitiaan, hingga dukungan pendanaan melalui infak dan sedekah karyawan.
”Yang menjadi kebanggaan, pembangunan Masjid Al-Anhar ini merupakan karya dan hasil kebersamaan keluarga besar Perumdam TDA. Mulai dari perencanaan arsitektur, kepanitiaan, hingga dukungan donasi, semuanya melibatkan dan berasal dari keluarga besar Perumdam sendiri. Harapannya, masjid ini benar-benar menjadi milik dan kebanggaan kita Bersama. Intinya, dari kita untuk kita,” ungkapnya.
Sementara itu, Ketua Panitia Pembangunan Masjid Al-Anhar, Jojo Sutarjo, S.T., yang juga menjabat Direktur Teknik Perumdam TDA, menyampaikan bahwa pembangunan masjid tersebut mengandalkan dana swadaya dari infak dan sedekah seluruh karyawan, jajaran direksi, serta Dewan Pengawas Perumdam TDA.
Ia menyebutkan, kebutuhan anggaran pembangunan diperkirakan mencapai Rp1,2 miliar. Dengan dukungan pendanaan yang memadai, pembangunan ditargetkan dapat diselesaikan dalam waktu sekitar enam bulan hingga tahap finishing.
”Sebagai Ketua Panitia Pembangunan Masjid Al-Anhar, saya memohon doa, dukungan, dan support dari seluruh pihak agar proses pembangunan masjid ini dapat berjalan lancar hingga selesai,” kata Jojo.
Dijelaskannya, masjid baru tersebut dirancang memiliki ukuran sekitar 16 x 10 meter dengan desain yang lebih luas, megah, dan representatif sehingga mampu memberikan kenyamanan bagi jamaah.
Selain pembenahan bangunan, panitia juga melakukan penyesuaian arah kiblat. Berdasarkan hasil pengukuran dan pengecekan dari Kementerian Agama Kabupaten Indramayu, arah kiblat masjid lama diketahui memiliki kemiringan sekitar 30 derajat sehingga perlu diperbaiki sesuai hasil pengukuran.
Jojo berharap, pembangunan Masjid Al-Anhar nantinya tidak hanya menghasilkan bangunan yang megah, tetapi juga diikuti dengan semangat seluruh keluarga besar Perumdam TDA untuk memakmurkannya. @safaro














