Kota Cirebon,PN
Peringati Hari Gerakan Sejuta Pohon, Kaula Kawali Ciebon Raya Selenggarakan kegiatan tanam 1000 pohon di Keraton Kacirebonan, Sabtu (15/01).
Dengan dukungan dari pihak konsorsium yang tergabung dalam Kawan Lama Grup, acara tersebut terlaksana dengan menggandeng Pihak Keraton Kacirebonan sebagai tuan rumah juga 46 komunitas yang tergabung ke dalam Sahabat Kawali.
Rangkaian kegiatan tersebut berlangsung sepanjang hari sejak pukul 08:00 hingga pukul 12:00. Tema yang dipilih adalah “Tanam 1000 Pohon dan Pungut Sampah di Keraton Kacirebonan.” Tema ini diambil dari keprihatinan Ketua Komunitas Kawali Cirebon dan Sahabat Kawali akan kondisi lingkungan Cirebon yang semakin memprihatinkan.
“Tema ini diambil karena kita menyadari bahwa lingkungan kita semakin memprihatinkan, gersang, dan udara yang semakin tidak sehat. Ini sebagai ikhtiar kita bersama kawan-kawan untuk coba memperbaiki keadaan,” ungkap Kang Yudi, yang juga sekaligus menjadi ketua kegiatan acara tersebut, kepada wartawan Harian Pelita.
Kang Yudi pula mengungkapkan, bahwa acara tersebut digelas dengan keyakinan bahwa bumi kita ini diwariskan oleh nenek moyang kita bukan untuk dihabiskan, tetapi wajib kita jaga kelestariannya.
Selain melibatkan 46 komunitas yang di dalamnya terdapat pegiat seni tari, pegiat seni musik, dan pegiat seni lainnya, kegiatan ini juga diramaikan oleh kehadiran anak-anak dari tiga sekolah tingkat taman kanak-kanak. Kang Yudi menyampaikan, bahwa kehadiran mereka perlu sebab mereka adalah generasi penerus ke depan yang akan mengawal Cirebon.
“Selain komunitas-komunitas tadi, kami juga mengundang tiga sekolah taman kanak-kanak. Ada TK Petiwi 2, TK Al-Wardah, dan satu PAUD. Ini penting bagi kita untuk mengajak mereka sebagai edukasi kepada generasi penerus kita. Mereka kan, yang akan mengawal Cirebon kedepannya,” terangnya.
Pihak Keraton sendiri yang menjadi tuan rumah acara ini begitu mengapresiasi kegiatan tersebut. Ini disampaikan oleh Pangeran Keraton Kacirebonan IX dalam sambutannya.
“Keraton senang dengan cara dan kegiatan seperti ini. Keraton selalu terbuka dengan kegiatan yang diadakan oleh komunitas, apalagi yang positif seperti ini. Keraton adalah pusat dari pergerakan masyarakat untuk mewujudkan lingkungan yang berbudaya,” ungkap Pangeran Raja Abdul Gani, selaku Sultan Kacirebonan saat ini.
Disampaikan pula bahwa gelaran ini sudah didiskusikan sejak Desember oleh pihak Kawali kepada pihak Keraton.
Bambang Sasongko sebagai perwakilan Komunitas Peduli Sungai mengatakan bahwa persoalan lingkungan termasuk juga sebenarnya persoalan kelestarian sungai.
“Persoalan lingkungan sebenarnya menyangkut juga persoalan kelestarian sungai. Dalam sejarahnya, sungai adalah pusat peradaban. Tanpa adanya sungai, peradaban tak bisa terbentuk,” ungkap Bambang Sasongko dalam sambutannya.
Ia juga menambahkan, bahwa acara semacam ini sangat bagus dan harus digalakan kembali. Kami sangat mendukung kegiatan demikian. Kalau bisa ruang lingkupnya harus lebih luas lagi, bukan hanya pada persoalan menanam pohon, akan tetapi lingkungan yang lebih luas.
Pihak pemerintah setempat juga terlihat hadir sebagai undangan yang diwakilkan oleh lurah. Sedangkan dari pemerintah kota nampak terlihat mobil pengangkut sampah dari DLH yang tengah siaga membantu kawan-kawan komunitas dalam membersihkan sampah di lingkungan keraton.
Rangkaian acara dimulai dengan sambutan, penyelenggaraan seni tari dan juga ruang musik yang tetap ramah lingkungan. Setelah itu, dilanjutkan dengan penanaman 1000 pohon oleh setiap perwakilan komunitas yang dipuncaki dengan penanaman pohon oleh Ketua Pelaksana dan Pangeran Keraton. [SA]















