Pelita News, Indramayu – Tidak terasa Kabupaten Indramayu akan memperingati kembai hari jadinya. Tanggal 7 Oktober 2023 ini Kota Mangga akan memasuki usianya yang ke-496 Tahun.
Usia yang hampir setengah milenium ini tentu saja membuktikan bahwa Kabupaten Indramayu mempunyai rentang historis yang begitu panjang.
“Peringatan Hari Jadi Kabupaten Indramayu sebagai wujud rasa syukur kita atas berbagai nikmat yang Allah SWT berikan, sekaligus sebagai refleksi kondisi pembangunan yang ada di daerah ini untuk dioptimalkan lagi kedepannya,” kata CEO Alan’s Group Agus Suwarjono, S.T, M.T. dikantornya, Jumat (6/10/2023).
Menurut Agus, Peringatan Hari Lahir Kabupaten Indramayu yang diperingati setiap tahunnya sudah seharusnya menjadi sarana untuk merepresentasikan pembangunan dan kemajuan yang dicapai.
Dia menambahkan bahwa peringatan Hari Jadi Kabupaten Indramayu juga harus dimaknai sebagai upaya mengakselerasi semangat pembangunan di Bumi Wiralodra sebutan lain Indramayu.
“Kita introspeksi saja apa yang sudah dicapai dalam mewujudkan Kabupaten Indramayu yang Bermartabat (Bersih, Religius, Maju, Adil, Makmur dan Hebat),” ungkap alumni Pascasarjana Teknik Sipil Universitas Trisakti itu.
Agus berharap seluruh stakeholder masyarakat bisa ikut berpartisipasi dan berkontribusi dalam peningkatan pembangunan di Kabupaten Indramayu.
Pengembangan dunia usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) yang sudah bejalan selama ini mudah-mudah terus bisa ditingkatkan lagi. Begitupula infrastruktur pertanian dan lainnya harus lebih diperkuat lagi.
“Berbagai penghargaan yang sudah diterima pemerintah daerah Kabupaten Indramayu seharusnya lebih memacu kembali semangat berprestasi di berbagai bidang. Kita pun patut bersyukur mendapatkan penghargaan terbaik pertama dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat sebagai Daerah dengan Pertumbuhan Investasi Penanaman Modal Asing (PMA) Terbaik,” ujar pengusaha nahdliyin muda ini.
Selain berbagai keberhasilan tersebut, menurut Agus ada beberapa PR yang terus diselesaikan dan ditingkatkan misalnya soal pembangunan infrastruktur desa, terutama jalan dan drainase serta pembangunan infrastruktur pertanian yang lebih merata terutama untuk daerah pinggiran kabupaten yang masih belum maksimal.
“Peningkatan pelayanan publik di berbagai sektor harus terus diperbaiki dan ditingkatkan. Pekerjaan Rumah lainnya misalnya dalam soal penyediaan lapangan pekerjaan yang harus terus dikuatkan dan butuh inovasi yang terus menerus,” pungkas Agus. (saprorudin)















