Pelita News | Kab. Cirebon – Kemacetan parah di persimpangan Jalan Cipeujeuh Wetan, Kecamatan Lemahabang, Kabupaten Cirebon kembali dikeluhkan warga. Antrian kendaraan mengular hingga kilometer terutama pada jam sibuk sore hari saat warga pulang kerja.
Kondisi serupa juga terjadi di jam sibuk pagi hari, saat jam masuk sekolah dan jam kerja. Kemacetan tidak hanya terjadi di jalur utama Lemahabang, tetapi juga dari arah dan menuju lajur selatan wilayah Kecamatan Sedong.
Koordinator Masyarakat Lemahabang Bersatu (MALEBER), Herlan menyebut, penyebab utama kemacetan berasal dari aktivitas pedagang liar yang berjualan di atas trotoar, sehingga pejalan kaki terpaksa turun ke badan jalan. Ditambah parkir kendaraan sembarangan milik pengunjung pasar dan kendaraan mobil yang menurunkan distribusi barang.
“Termasuk parkiran kendaraan di depan Pasar Cipeujeuh Wetan yang menggunakan badan jalan agar segera dikosongkan, karena mutlak bukan keperuntukannya,“ tegasnya, Sabtu (29/8/2026).
Di sebelah selatan Pasar Cipeujeuh Wetan, kemacetan diperparah dengan deretan drum yang diletakkan di badan jalan yang menyebabkan penyempitan dan membahayakan pengendara lalulintas.
MALEBER juga mendesak dilakukan tindakan tegas dan penertiban bangunan liar yang berdiri di atas trotoar di sepanjang Jalan Cipeujeuh hingga depan BRI Lemahabang. Penertiban dan sterilisasi juga agar dilakukan di sepanjang Simpang Jalan Cipeujeuh Wetan menuju arah Sedong.
“Kami juga meminta agar segera dibangun lampu merah di Simpang Jalan Cipeujeuh Wetan. Ini penting untuk mengatur arus lalu lintas dari 4 arah dan meminimalisir kemacetan serta kecelakaan,“ ujar Herlan.
Herlan meminta Pemdes Cipeujeuh Wetan, Dishub Kabupaten Cirebon, Satpol PP Kabupaten Cirebon, dan Satlantas Polresta Cirebon segera mengembalikan fungsi trotoar dan jalan tanpa ada gangguan dan aktivitas yang bukan keperuntukannya.
“Bongkar semua bangunan liar di atas trotoar. Tindak tegas juga parkiran yang menggunakan jalan umum. Ini menyangkut kepentingan dan ketertiban umum, serta menjadikan Kecamatan Lemahabang sebagai kawasan perkotaan yang asri dan tidak kumuh,“ kata Herlan.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak terkait langkah penanganan di kawasan tersebut. @Ries















