Kabupaten Cirebon, PN
Pemerintah Kabupaten Cirebon melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah ( BPBD ) menginisiasi rapat koordinasi kebencanaan dan antisipasi dampak bencana hidrometeorologi diruang paseban, Setda Kabupaten Cirebon, kemarin.
Kegiatan yang melibatkan berbagai unsur lintas sektoral tersebut dilakukan dalam upaya meminimalisasi tingkat kewaspadaan baik sebelum dan sesudah terjadinya bencana.
Ditemui Wartawan Harian Pelita News, jumat ( 19/11/21 ) Plt. Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Cirebon Alex Suheriyawan menjelaskan bahwasannya rapat koordinasi yang dilaksanakan kemarin dalam upaya melakukan sinkronisasi potensi dalam bentuk invetarisasi yang akhirnya menjadi program yang terintegrasi dalam penanggulangngan ” kebencanaan harus ditangani bersama baik dalam bentuk prefentif maupun responsif mulai pencegahan dan penanganan ” jelasnya.
Hasil dari rakor ini yang sudah dibentuk akan dibreakdown hingga tingkat bawah atau desa hingga pembentukan relawan, katanya.
Alex Suheriyawan menerangkan di Kabupaten Cirebon Sendiri terdapat sejumlah titik potensi yang kerap masuk dalam kategori rawan bencana banjir diantaranya salah satu contoh dibagian timur cirebon meliputi Waled, Ciledug, Pasaleman, wilayah tengah yakni Plered dan Tengahtani sedangkan untuk wilayah barat, Ciwaringin dan Susukan, ungkapnya.
Berdasarkan rekam jejak tiga titik itu disebabkan oleh genangan ataupun limpahan dari wilayah dataran tinggi jadi semua pihak, unsur dan elemen mau tidak mau harus terlibat dalam kebencanaan, tandasnya.
Kewaspadaan harus tetap ditingkatkan agar peristiwa yang tidak diinginkan bisa diminimalisasi, kegiatan rakor ini sangat efektif dalam pembagian tugas baik pra maupun pasca bencana sehingga semua bisa memiliki peran penting sesuai kompetensinya ” saya mengimbau bagi masyarakat agar tetap waspada namun tetap tenang dan jangan mudah panik dimasa peralihan musim yang tengah terjadi ” pungkas Plt. Kalak BPBD Kabupaten Cirebon Alex Suheriyawan. ( Nurzaman )















