Kabupaten Cirebon, PN
Sebagai wujud ungkapan rasa syukur kepada Allah SWT dan memperkuat tali silaturahmi, Pemerintah Desa Susukan Kecamatan Susukan Kabupaten Cirebon mengadakan giat adat desa Mapag Sri.
Kuwu desa Susukan Saefudin Adiansyah, S.E, mengatakan pada Journalist Harian Pelita News, sabtu malam ( 14/5/22 ) bahwasannya kegiatan adat desa Mapag Sri adalah tradisi secara turun temurun yang harus terus dilestarikan pemerintah desa dan masyarakat khususnya pemerintah desa dan masyarakat dilingkungan wilayah desa Susukan setiap tahun dan Alhamdulillah pada hari ini, kami pemdes Susukan dapat melaksanakannya, katanya.
” Jangan sampai adat tradisi salah satunya adat desa Mapag Sri yang merupakan warisan leluhur hilang makanya kita sebagai generasi penerus warisan harus bisa terus melestarikannya dan bahkan harus mengenalkan tradisi adat desa termasuk Mapag Sri ini kepada masyarakat dan generasi muda khususnya dilingkungan wilayah desa Susukan ” diacara Mapag Sri Desa Susukan sangat kaya akan budaya yang didalamnya tersimpan makna yang luas ” tegasnya.
Disamping itu menurut Kuwu Saefudin Adiansyah, tradisi adat desa Mapag Sri merupakan salah satu ajang silaturahmi bagi masyarakat dilingkungan wilayah desa Susukan, mereka duduk berkumpul, hal ini jelas akan semakin mempererat ukhuwah islamiyah dengan harapan akan tetap kuat jalinan persatuan dan kesatuan hubungan antara pemerintahan desa dengan warga masyarakat semakin erat ” warga dengan warga akan terjalin komunikasi yang baik dan semakin erat sehingga jalinan silaturahmi semakin kuat pula ” ucapnya.
Untuk acara adat desa Mapag Sri ini maksud dan tujuannya adalah sebagai ungkapan rasa syukur pada Allah SWT atas Rakmat serta limpahan rezeki termasuk hasil bumi ” acara Mapag Sri juga merupakan simbol penghormatan dan penghargaan masyarakat dilingkungan wilayah desa Susukan kepada para leluhurnya, ujar Kuwu Saefudin Adiansyah.
Dikegiatan adat desa Mapag Sri desa Susukan pada hari ini ada pagelaran pentas seni budaya tradisional wayang kulit Budhi Swara dengan dalang Asep dan Sindennya Hj. Itih, S, ” ini bukti bahwa dengan terlaksananya giat tradisi adat desa Mapag Sri, kami Pemdes Susukan dan masyarakat dilingkungan wilayah desa Susukan merupakan masyarakat yang berbudaya dan agamis dengan tetap menjaga kebersamaan dan kekompakkan, disisi lain dengan adanya wayang kulit untuk mempertahankan budaya kearipan lokal dan warisan leluhur ” terangnya.
Semoga kita semua diberi oleh Allah SWT kemudahan, kelancaran, keselamatan, kesehatan dan rezeki yang berlimpah dan desa Susukan semakin maju dan mandiri dengan masyarakat dilingkungan wilayah desa Susukan yang sejahtera ” pungkas Kuwu desa Susukan Saefudin Adiansyah, S.E. ( Nurzaman )















