
Pelita News Kabupaten Cirebon
Pemerintah Desa (Pemdes) Sende Kecamatan Arjawinangun Kabupaten Cirebon lestarikan adat dan budaya sedekah bumi yang biasa dilaksanakan disetiap menjelang musim tanam padi tepatnya dibulan November. Sedekah Bumi yang dilaksanakan Pemdes Sende juga dibarengi dengan berbagai kegiatan, baik kegiatan adat yang diikuti unsur Pemdes dan kesenian budaya tradisional yang dimeriahkan oleh seniman nasional.

Suma, SM Kuwu Desa Sende menjelaskan, adat sedekah bumi yang disetiap tahunnya selalu diadakan oleh Pemdes, merupakan bentuk rasa syukur atas rahmat dan nikmat-Nya (Allah SWT.red) yang didapat seluruh warga Desa Sende sehingga masih bisa diberikan rasa syukur untuk melakukan tanaman padi, dengan harapan hasil yang nantinya akan didapat ketika Mapag Sri (panen.red) dapat menghasilkan padi yang berlimpah tanpa ada hal maupun gangguan dari wabah hama maupun musih lainnya yang berkaitan dengan tanam padi dimusim tanam nanti.
“setiap tahun dan pastinya menjelang musim tanam acara sedekah bumi dilaksanakan oleh Pemdes,”katanya Rabu (15/11).

Masih Suma, SM, pada acara Sedekah Bumi seluruh perangkat Desa Sende juga turut melestarikan adat budaya warga Sende dengan melakukan napak tilas (mider batas desa.red) yang mana Desa Sende berbatasan dengan beberapa desa di dua Kecamatan yang berbeda, dan hal itu menurutnya biasa dilakukan oleh pendahulu sehingga Pemdes terus melestarikan adat itu.
“pada acara sedekah bumi, pastinya kami selalu melakukan mider patas desa, yang mana desa kami berbatasan dengan beberapa desa yakni diwilayah Arjawinangun Desa Bulak Jungjang Wetan, dan Kebonturi, dan untuk kecamatan Palimanan Desa Tegalkarang,”sebutnya.
Sebelum melakukan napak tilas, seluruh pemdes juga turut memanjatkan do’a kepada Tuhan Yang Maha Esa, dengan penuh harap seluruh warga Desa Sende Sejahtera dalam Perekonomian dan untuk Pemerintahannya maju dalam pembangunannya serta untuk petani bisa terus menghasilkan hasil panen yang berlimpah ruah.
“sebelum kegiatan demi kegiatan dilaksanakan, Kami pasti utamakan untuk memanjatkan do’a terlebih dahulu, dengan melakukan do’a bersama di Balai Desa Sende,”ucapnya.

Selain itu juga tak kalah ketinggalan dari jaman ke jaman yang selalu menghiasi dan memeriahkan disetiap acara sedekah bumi di Desa Sende yakni kesenian tradisional wayang kulit hal itu Ia adakan untuk terus melestarikan kesenian tersebut agar selalu diminati dan dicintai serta dicari oleh seluruh kalangan, dan untuk kesenian tersebut Suma, SM sampaikan akan dilaksanakan pada malam ini Rabu (15/11).
“dimalam harinya pada acara sedekah bumi, ada kesenian tradisional wayang kulit dan ini merupakan komitmen desa untuk terus melestarikan kesenian budaya,”paparnya.

Suma, SM Kuwu Desa Sende berharap, melalui acara Sedekah Bumi adat dan budaya bisa terus dilestarikan oleh generasi penerus nanti, dan melalui sedekah bumi Ia berharap warga Desa Sende subur dan makmur serta para petani bisa sejahtera.
“semoga melalui Sedekah Bumi ini warga Desa Sende subur makmur, terhindar dari marabahaya, serta disejahterakan seluruh perekonomian warganya, dan dimajukan kemajuan pembangunannya,”harapnya.(Sur)















