• Advertorial
    • Kontak Kami
    Sabtu, Juni 13, 2026
    Harian Pelita News
    • BERANDA
    • CIAYUMAJAKUNING
      • KABUPATEN CIREBON
      • KOTA CIREBON
      • INDRAMAYU
      • MAJALENGKA
      • KUNINGAN
    • EKONOMI & BISNIS
    • KESEHATAN
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • NASIONAL
    Tidak ada hasil
    Tinjau semua hasil
    • BERANDA
    • CIAYUMAJAKUNING
      • KABUPATEN CIREBON
      • KOTA CIREBON
      • INDRAMAYU
      • MAJALENGKA
      • KUNINGAN
    • EKONOMI & BISNIS
    • KESEHATAN
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • NASIONAL
    Tidak ada hasil
    Tinjau semua hasil
    Harian Pelita News
    Tidak ada hasil
    Tinjau semua hasil
    IKLAN
    Beranda CIAYUMAJAKUNING

    Pelayanan IGD RS UMC Astanajapura Dikeluhkan Keluarga Pasien, Management Angkat Bicara

    Harian Pelita News oleh Harian Pelita News
    April 2, 2026
    dalam CIAYUMAJAKUNING, KABUPATEN CIREBON, Uncategorized
    0 0
    0
    Pelayanan IGD RS UMC Astanajapura Dikeluhkan Keluarga Pasien, Management Angkat Bicara
    0
    BERBAGI
    25
    TAMPILAN
    Share on FacebookShare on WhatsappShare on Twitter

    Pelita News | Cirebon Timur — Pelayanan Instalasi Gawat Darurat (IGD) di Rumah Sakit Universitas Muhammadiyah Cirebon (UMC) Astanajapura Kabupaten Cirebon dikeluhkan keluarga pasien. Mereka menilai penanganan terhadap pasien kurang sigap dan terkesan mengabaikan kondisi darurat.

     

    Keluhan tersebut disampaikan Yuyun Sri Wahyuni, anak dari pasien H. Wasra (67), warga Desa Lemahabang Kulon, Kecamatan Lemahabang yang mengaku kecewa atas pelayanan yang diterima saat membawa ayahnya ke IGD RS UMC pada Rabu malam (1/4/2026) kemarin.

     

    Yuyun menuturkan, sejak pertama kali tiba di IGD, dirinya mengaku tidak mendapatkan sambutan ataupun respons cepat dari petugas medis. Ia bahkan harus terlebih dahulu menghampiri dokter untuk meminta agar ayahnya segera ditangani.

     

    “Dari awal masuk sudah tidak enak, tidak ada sambutan. Saya yang mendatangi dokter dan meminta agar bapak saya diperiksa. Setelah itu baru ditangani dan dokter menyarankan untuk rawat inap,” ujarnya, Kamis (2/4).

     

    Meski telah disarankan rawat inap, Yuyun merasa kesal dengan proses penanganan yang berjalan lambat. Ia menyebut pihak rumah sakit hanya meminta keluarga menunggu ketersediaan kamar tanpa memberikan tindakan medis awal kepada pasien.

     

    “Saya tidak mempermasalahkan kamar penuh, tapi seharusnya pasien ditangani dulu, misalnya dipasang infus atau diberikan obat untuk mengurangi rasa sakit. Tapi selama itu tidak ada tindakan, hanya diminta menunggu kamar,“ terangnya.

     

    Menurutnya, kondisi tersebut berlangsung cukup lama, sejak sekitar pukul 18.00 WIB hingga mendekati waktu Isya. Namun hingga lebih dari satu jam waktu menunggu, masih belum juga ada penanganan lanjutan yang diberikan.

     

    Merasa tidak mendapatkan pelayanan yang layak, ia pun meluapkan kekecewaannya kepada dokter yang bertugas. Ia menilai tenaga medis tidak mengutamakan keselamatan pasien.

     

    “Saya marah karena merasa bapak saya seperti ditelantarkan, tidak ada tindakan sedikit pun. Akhirnya saya memutuskan untuk pindah rumah sakit,“ kata Yuyun.

     

    Yuyun kemudian membawa ayahnya ke RSUD Gunung Jati Kota Cirebon. Di rumah sakit tersebut, ia mengaku pasien langsung mendapatkan penanganan medis dengan cepat.

     

    “Alhamdulillah ketika sampai di RS Gunung Jati langsung ditangani tanpa harus menunggu lama,“ paparnya.

     

    Ia kembali menyebut, selama berada di IGD RS UMC, dirinya melihat adanya perbedaan perlakuan terhadap pasien lain. Hal itu semakin menambah kekecewaannya terhadap pelayanan rumah sakit tersebut.

     

    Atas kejadian itu, Yuyun berharap pihak RS UMC Astanajapura dapat melakukan evaluasi terhadap kinerja tenaga medis, khususnya dokter yang bertugas saat itu.

     

    “Harapan saya ke depan, pelayanan harus diperbaiki. Jangan sampai merugikan pasien, apalagi ini menyangkut nyawa,” ungkapnya.

     

    Sementara itu, Humas RS UMC Astanajapura, Toha, di dampingi Kepala Perawat Yomen serta Perawat Rita dan Naziah, menjelaskan bahwa pasien datang ke rumah sakit pada Rabu petang (1/4) sekitar pukul 18.09 WIB dengan kondisi keluhan mual, muntah, dan mencret. Setibanya di Instalasi Gawat Darurat (IGD), pasien langsung menjalani pemeriksaan awal oleh perawat dan dokter guna menentukan tingkat keparahan serta langkah penanganan yang diperlukan.

     

    “Berdasarkan hasil anamnesis, kondisi pasien masuk dalam kategori gawat tidak darurat yang membutuhkan penanganan intensif, dan sempat dipertimbangkan untuk dirawat di ruang ICU,“ jelasnya.

     

    Namun, pada saat bersamaan terdapat dua pasien dengan kondisi serupa sehingga membutuhkan prioritas penanganan yang ketat sesuai standar operasional prosedur (SOP).

     

    “Sesuai SOP, sebelum dilakukan tindakan lanjutan pada pasien gawat darurat, harus dipastikan terlebih dahulu ketersediaan ruang perawatan. Saat itu, seluruh ruang rawat dalam kondisi penuh sehingga tim medis harus melakukan penyesuaian dan pergeseran pasien lain untuk membuka ruang baru,“ kata Toha.

     

    Toha mengakui, proses pencarian ruang perawatan tersebut memerlukan waktu. Meski secara prosedur kondisi tersebut tidak memungkinkan untuk langsung dilakukan pemindahan, pihak keluarga pasien tetap meminta agar pasien segera mendapatkan ruang perawatan.

     

    “Dalam kurun waktu sekitar 30 menit, pihak rumah sakit akhirnya berhasil menyiapkan ruang kelas III, dan pada pukul 19.25 WIB telah disampaikan kepada keluarga bahwa ruang sudah tersedia,“ ungkapnya.

     

    Namun demikian, di tengah proses tersebut, keluarga pasien merasa cemas dan tidak sabar, sehingga memutuskan untuk meminta pemindahan pasien ke rumah sakit lain. Padahal, berdasarkan penilaian medis, kondisi pasien saat itu masuk kategori gawat tidak darurat (kode kuning), di mana prioritas penanganan masih berada di bawah pasien dengan kondisi gawat darurat (kode merah) yang juga sedang ditangani pada waktu bersamaan.

     

    “Seluruh proses pelayanan telah dilakukan sesuai SOP, mulai dari pendaftaran, pemeriksaan awal, hingga upaya penyediaan ruang perawatan. Penanganan awal terhadap pasien juga telah diberikan sambil menunggu ketersediaan ruang,“ imbuh Toha.

     

    Ia pun memastikan secara prosedur, pasien tetap mendapatkan penanganan awal. Namun memang, komunikasi antara petugas dengan keluarga pasien kemungkinan kurang optimal, sehingga menimbulkan kesalahpahaman,” jelasnya.

     

    “Kami perwakilan RS UMC Astanajapura menyampaikan permohonan maaf apabila terdapat sikap atau perilaku petugas yang dirasa kurang berkenan terhadap keluarga pasien, baik pada tahap pendaftaran, pelayanan perawat, maupun dokter,“ ucap Toha.

     

    Kejadian tersebut, lanjut Toha, akan menjadi bahan evaluasi internal bagi pihak rumah sakit, khususnya dalam meningkatkan kualitas komunikasi kepada pasien dan keluarga agar tidak terjadi kepanikan, terutama pada kasus dengan kategori gawat tidak darurat yang umumnya masih memiliki rentang waktu penanganan hingga dua jam.

     

    Ia menambahkan, meskipun keluhan nyeri pada pasien dapat berlangsung hingga 24 jam sebelum berdampak pada penurunan kesadaran, penanganan medis tetap harus dilakukan secara terukur dan sesuai prioritas kondisi pasien.

     

    “Ke depan, kami akan memperbaiki komunikasi agar keluarga pasien dapat lebih memahami kondisi medis dan alur pelayanan, sehingga tidak terjadi kesalahpahaman di lapangan,” pungkasnya. @Ries

    Tags: CiayumajakuningKabupaten Cirebon
    Sebelumnya

    Penerimaan Polri 2026, Ratusan Pendaftar Padati Polres Indramayu

    Berikutnya

    Limbah SPPG Yayasan Sada Bina Futura Desa Beringin Cemari Lingkungan, FORMASI Desak Tutup Sementara

    Harian Pelita News

    Harian Pelita News

    Berikutnya
    Limbah SPPG Yayasan Sada Bina Futura Desa Beringin Cemari Lingkungan, FORMASI Desak Tutup Sementara

    Limbah SPPG Yayasan Sada Bina Futura Desa Beringin Cemari Lingkungan, FORMASI Desak Tutup Sementara

    Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    • Trending
    • Komentar
    • Terkini
    Tiga Bocah Warga Desa Kebonturi Diduga Jadi korban Kekerasan Oknum Kuwu

    Tiga Bocah Warga Desa Kebonturi Diduga Jadi korban Kekerasan Oknum Kuwu

    Mei 21, 2026
    Jalan Penghubung Sedong Kidul-Karangwuni Putus, 147 KK Terisolir dan 4 Rumah Rusak Berat & Ringan

    Jalan Penghubung Sedong Kidul-Karangwuni Putus, 147 KK Terisolir dan 4 Rumah Rusak Berat & Ringan

    Mei 19, 2026
    Selain Biaya Pendaftaran, Diduga Ada Biaya Lainnya Pada Program PTSL tahun 2026 di Desa Jungjang Wetan 

    Selain Biaya Pendaftaran, Diduga Ada Biaya Lainnya Pada Program PTSL tahun 2026 di Desa Jungjang Wetan 

    Mei 21, 2026
    SPMB 2026/2027 SMK Negeri 1 Lemahabang Dibuka: Ini Timeline, Jalur & Kuotanya

    SPMB 2026/2027 SMK Negeri 1 Lemahabang Dibuka: Ini Timeline, Jalur & Kuotanya

    Juni 8, 2026
    Pemkot Cirebon Dukung Upaya Mitigasi Pesisir untuk Atasi Banjir Rob

    Pemkot Cirebon Dukung Upaya Mitigasi Pesisir untuk Atasi Banjir Rob

    Juni 13, 2026
    Aksi “Jumat Berkah” Lanal Cirebon, Bagikan Makanan untuk Warga dan Nelayan

    Aksi “Jumat Berkah” Lanal Cirebon, Bagikan Makanan untuk Warga dan Nelayan

    Juni 12, 2026
    Amroni Kembali Pimpin DPC PKB Kabupaten Indramayu

    Amroni Kembali Pimpin DPC PKB Kabupaten Indramayu

    Juni 12, 2026
    Menteri PPPA Kunjungi Polres Indramayu, Ini yang Dibahas

    Menteri PPPA Kunjungi Polres Indramayu, Ini yang Dibahas

    Juni 12, 2026
    https://harianpelitanews.id/wp-content/uploads/2025/02/IMG_20250204_101013_260-6.png
    • Pemerintah Kecamatan Greged Gelar Do’a Tolak Bala & Tahaddus Binni’mah 2 Dekade

      Pemerintah Kecamatan Greged Gelar Do’a Tolak Bala & Tahaddus Binni’mah 2 Dekade

      0 bagi
      Bagi 0 Tweet 0
    • SPMB 2026/2027 SMK Negeri 1 Lemahabang Dibuka: Ini Timeline, Jalur & Kuotanya

      0 bagi
      Bagi 0 Tweet 0
    • CV. Maulana Jaya Kebut Pembangunan Drainase & Penngkatan Jalan Lemahabang – Leuwidingding

      0 bagi
      Bagi 0 Tweet 0
    • Menteri PPPA Kunjungi Polres Indramayu, Ini yang Dibahas

      0 bagi
      Bagi 0 Tweet 0
    • Tersedia Kuota 420 Siswa, SPMB 2026 SMAN 1 Karangwareng Resmi Dibuka

      0 bagi
      Bagi 0 Tweet 0
    Harian Pelita News

    Media Online Pelita News
    Kami selalu menyajikan informasi dengan Cepat dan Akurat.

    Kunjungi Kami

    Kategori Berita

    • CIAYUMAJAKUNING (12,449)
    • EKONOMI & BISNIS (312)
    • INDRAMAYU (5,292)
    • INFORMASI (563)
    • Jawa Tengah (409)
    • KABUPATEN CIREBON (5,980)
    • KESEHATAN (80)
    • KOTA CIREBON (1,047)
    • KUNINGAN (132)
    • MAJALENGKA (62)
    • NASIONAL (630)
    • OLAHRAGA (42)
    • PEMERINTAH DAERAH (724)
    • TEKNOLOGI (90)
    • Uncategorized (510)

    Berita Terbaru

    Pemkot Cirebon Dukung Upaya Mitigasi Pesisir untuk Atasi Banjir Rob

    Pemkot Cirebon Dukung Upaya Mitigasi Pesisir untuk Atasi Banjir Rob

    Juni 13, 2026
    Aksi “Jumat Berkah” Lanal Cirebon, Bagikan Makanan untuk Warga dan Nelayan

    Aksi “Jumat Berkah” Lanal Cirebon, Bagikan Makanan untuk Warga dan Nelayan

    Juni 12, 2026
    • Advertorial
    • Kontak Kami

    © 2020 Harian Pelita News - PT. Sinar BIntang Intermedia. Developed by CV Arkitech.

    Tidak ada hasil
    Tinjau semua hasil
    • Beranda
    • CIAYUMAJAKUNING
      • KABUPATEN CIREBON
      • KOTA CIREBON
      • INDRAMAYU
      • MAJALENGKA
      • KUNINGAN
    • EKONOMI & BISNIS
    • KESEHATAN
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • NASIONAL

    Masuk ke Akun Anda

    Lupa Password?

    Isi form isian dibawah

    Seluruh form isian wajib diisi. Masuk

    Retrieve your password

    Please enter your username or email address to reset your password.

    Masuk