Pelita News indramayu .
Keke Kekeringan terus menghantui para petani hal ini terjadi di kecamatan Kroya desa Sumbon, namun pemerintahan desa tetap maksimal dan sangat peduli kepada para petani oleh karenanya untuk mengantisipasi kekeringan tersebut akan membuat Sumur Bor Pompa , sebagai mana disampaikan Kuwu Sumbon kepada pelita news , Selasa (20/06) di ruang kerjanya .
Menurut Kuwu desa Sumbon kecamatan. Kroya kabupaten Indramayu H. Jojo Tarjo , kondisi para petani didesa sumbon sangat memperihatinkan jika melihat lawan pesawahan yang saat ini sedang dilanda Kekeringan, sehingga ancaman gagal panen di musim sado. Ini sudah nampak didepan mata, namun demikian kepedulian pemerintahan desa Sumbon terhadap para petani akan membuat Sumur bor pompa .
Hal tersebut agar para petani bisa terus mengelola sawahnya hingga memetik hasil , dengan dibuatnya sumur bor pompa tersebut paling tidak bisa mengantisipasi agar para petani bisa tetep menggarap sawah , walaupun demikian jika menurut presentasi air yang akan di hasilkan oleh sumur bor pompa dimaksud tidak maksimal, akan tetapi yang terpenting para petani jangan sampai merugi akibat biaya produksi yang sangat mahal.
Langkah membuat sumur bor pompa tersebut jauh sebelum telah dikoordinasikan dengan pemerintahan kecamatan Kroya , Camat Kroya Syafuddin .Stp MSi mengundang yang berkepentingan yakni para kelompok tani dan pihak pengamat pengairan Imam .SP, , dengan tujuan utama adalah membahas Maslah kekeringan yang berdampak terhadap para petani.
Kuwu menambahkan , hal ini dilakukan mengingat debit air sudah sangat sulit diharapkan , dari hasil musyawarah tersebut , muncul dua alternatif, alternatif pertama merenovasi pembentasan dari waduk Jatigede membentas ke sungai cilalanang selanjutnya para petani di desa Sumbon mengambil tengah dari aliran tersebut dengan mengunakan sistem pompanisasi .
Alternatif kedua menambahkan sumur bor dilokasi pesawahan , dengan alternatif kedua ini yang telah mendapat dukungan dari semua pihak yang hadir, disamping waktunya tidak terlalu lama juga bisa menghemat biaya , sehingga dari hasil musyawarah tersebut sepakat membuat dam atau menambahkan sumur bor pompa.” Kami selalu Kuwu atau pemerintahan desa harus menyetujui pada alternatif kedua tersebut” pungkas Kuwu H. Tarjo (Furqon)
.














