Pelita News I Indramayu – Dua hari menjelang pemungutan suara Pemilihan Kuwu (Pilwu) serentak 2025, Polres Indramayu menggelar rapat koordinasi (Rakor) lintas sektoral.
Rapat tersebut membahas kesiapan pengamanan seluruh tahapan pemungutan suara hingga sukses terlaksananya Pilwu serentak di 139 desa.
Rapat strategis tersebut dihadiri jajaran Forkopimda Indramayu dan para pemangku kepentingan antara lain Wakil Bupati Indramayu, H. Syaefudin, Kapolres, AKBP Mochamad Fajar Gemilang, Dandim 0616, Letkol Arm Tulus Widodo, Ketua DPRD, Hj. Nurhayati, Ketua Pengadilan Negeri, Yogi Dulhadi, Kasat Pol PP, Teguh Budiarso, Kepala BPBD, Dadang Oce Iskandar, Wakapolres Kompol Tahir Muhiddin, dan PJU Polres, Kapolsek jajaran, Danramil Kodim 0616, para Camat, Panitia Pilwu 139 desa, serta para tokoh agama dan tokoh masyarakat.
Kegiatan ini menjadi forum penting untuk memastikan seluruh unsur siap menjalankan peran dalam menjaga keamanan dan kelancaran Pilwu. Dengan cakupan 139 desa, koordinasi lintas sektoral menjadi kunci mengantisipasi potensi kerawanan, mulai dari mobilisasi massa, distribusi logistik, hingga pengamanan TPS.
Kapolres Indramayu, AKBP Mochamad Fajar Gemilang mengatakan, seluruh tahapan Pilwu harus berjalan aman, jujur, dan akuntabel.
“Alhamdulillah tahapan demi tahapan dapat kita laksanakan dengan baik. Kita ingin seluruh elemen, dari tingkat kabupaten sampai lingkungan desa, punya komitmen yang sama agar pemilihan kepala desa ini berjalan dengan baik dan hasilnya akuntabel,” kata Fajar dalam keterangannya, Senin (8/12/2025).
Selain itu Fajar mengatakan juga, Pilwu bukan hanya memilih pemimpin desa, tetapi juga menentukan arah pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat.
“Kepala desa/Kuwu yang terpilih harus mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat. Karena itu, proses pemilihan harus dijaga bersama,” tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, peserta diberikan pemetaan wilayah rawan, penguatan pola pengamanan TPS, serta penekanan agar seluruh unsur tetap menjaga netralitas dan meningkatkan komunikasi di lapangan. Edukasi masyarakat terkait bahaya hoaks, provokasi, dan pentingnya menjaga kerukunan antar warga juga menjadi bagian dari pembahasan.
“Kami mengajak seluruh warga untuk ikut menjaga ketertiban menjelang hari pencoblosan, mengedepankan persaudaraan, serta tidak tergiur ajakan yang berpotensi memicu keributan,” pinta dia. @safaro















