Pelita News, Indramayu – Tujuh titik lokasi di wilayah Kabupaten Indramayu, Jawa Barat masuk daerah pemantauan khusus PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 3 Cirebon Masa Angkutan Natal dan Tahun Baru 2024 (Nataru). Pasalnya ketujuh lokasi dimaksud termasuk daerah Lokasi kontur tanah labil.
Ketujuh daerah Lokasi kontur tanah labil itu yakni KM 148+700 s.d 151+700 Jalur Hulu antara Stasiun Cilegeh-Kedokangabus, KM 148+600 s.d 150+900 Jalur Hilir antara Stasiun Cilegeh-Kedokangabus, KM 155+000 s.d 155+500 Jalur Hulu dan Hilir antara Stasiun Cilegeh-Kedokangabus, KM 156+700 s.d 157+300 Jalur Hilir antara Stasiun Kedokangabus-Terisi, KM 157+900 s.d 158+000 Jalur Hilir antara Stasiun Kedokangabus-Terisi, KM 158+000 s.d 158+100 Jalur Hilir antara Stasiun Kedokangabus-Terisi, KM 175+000 s.d 176+100 Jalur Hilir antara Stasiun Telagasari-Jatibarang.
Selain ketujuh titik lokasi dimaksud, secara keseluruhan ada 12 titik pemantauan khusus. Lima titik lainnya yakni lokasi potensi banjir. Kelima titik tersebut yakni, BH (Jembatan) 1085 KM 220 +700 s.d KM 220+800 antara Stasiun Cirebon Prujakan-Waruduwur, BH (Jembatan) 915 KM 187+600 s.d 187+700 antara Stasiun Babakan-Losari, KM 161+600 s.d 161+700 antara Stasiun Tanjung-Brebes, BH (Jembatan) 941 KM 264+700 s.d 264+800 antara Stasiun Ciledug-Ketanggungan, BH (Jembatan) 883 KM 252+500 s.d KM 252+800 antara Stasiun Ciledug-Ketanggungan.
Vice President PT KAI Daop 3 Cirebon, Dicky Eka Priandana melalui Manager Humas, Rokhmad Makin Zainul mengatakan untuk mendukung masa angkutan Natal 2023 dan Tahun Baru 2024 berjalan aman dan lancar, KAI melakukan pencegahan bencana banjir dengan melakukan normalisasi saluran jalan kereta api dari tumpukan sampah, sedimen (pendangkalan saluran), perkuatan tubuh jalan KA dengan pancangan dari rel bekas dan bronjong, serta penempatan AMUS (Alat Material Untuk Siaga) di 17 titik.
17 titik itu meliputi Resor/Stasiun Pabuaran, Pasirbungur, Pegaden baru, Haurgeulis, Terisi, Jatibarang, Arjawinangun, Cirebon, Cirebon Prujakan, Babakan, Tanjung, Bulakamba, Brebes, Sindang Laut, Ciledug, Ketanggungan, dan Songgom
“Guna memastikan prasarana siap dilewati seluruh KA, KAI Daop 3 Cirebon telah siaga dengan memetakan daerah-daerah pemantauan khusus di lintas wilayah kerja. Setidaknya terdapat 12 titik daerah pemantauan khusus lokasi potensi banjir dan lokasi kontur tanah labil,” kata Rokhmad Makin Zainul di sela-sela pemantauan khusus di Stasiun Jatibarang, Senin (11/12/2023).
Alat material Untuk Siaga (AMUS) kata dia disiapkan untuk mengantisipasi banjir dan ambles dilokasi daerah pemantauan khusus (Dapsus). Alat material untuk siaga sendiri merupakan alat bantu darurat yang terdiri dari peralatan kerja dan material, diantaranya bantalan rel dan batu balas. Persiapan tersebut untuk tindakan cepat ketika terjadi gangguan.
“Kami juga menerjunkan petugas dari Daop 3 Cirebon untuk melakukan pemantauan di titik-titik rawan bencana, dan menambah Petugas Pemeriksa Jalur (PPJ) ekstra. Periode Angkutan Nataru merupakan momentum di mana seluruh insan KAI akan memberikan kinerja terbaik. Hal tersebut kami upayakan agar kereta api tetap menjadi pilihan favorit masyarakat untuk bertransportasi,” kata Zainul sapaan akrabnya.
Sementara itu, PT KAI Daop 3 Cirebon menetapkan Masa Angkutan Nataru selama 18 hari, terhitung 21 Desember 2023 hingga 07 Januari 2024.
Angkutan Nataru sambungnya, merupakan sala satu peak season perjalanan kereta api untuk memastikan perjalanan kereta api di masa Angkutan Natal dan Tahun Baru nanti berjalan aman, nyaman, dan selamat sampai tujuan.
“Kami telah memetakan titik-titik daerah pemantauan khusus di sepanjang jalur KA dan melakukan upaya-upaya pencegahan potensi gangguan perjalanan KA,” tutupnya. (saprorudin)















