Indramayu, PN
Untuk memastikan penanganan pasca terbakar dan meledaknya 4 Tanki T-301 E, F, G dan H di Pertamina RU VI Balongan sesuai regulasi, Anggota Komisi VI DPR RI, Fraksi Partai Demokrat, DR. Ir. H. E. Herman Khaeron, M.Si melakukan sidak ke Balongan, Jumat (2/4).
“Ini accident dan sampai hari ini masih ada proses pemadaman. Kita tidak beloh berasumsi dan kepada siapapun mohon bisa menunggu sampai hasil investigasi diselasaikan,” kata Hero sapaan akrabnya usai sidak.
Pria yang pernah berkecimpung diperminyakan ini menyebutkan, berdasarkan penelusurannya, secara teknis keberadaan kilang masih sangat layak dan masih memiliki waktu yang panjang, semua sertifikat ditempuh dengan baik. Bahkan prasyarat dalam pengolahan objek vital utama yang tentu memiliki resiko tinggi seperti pengolahan kilang telah memiliki standar yang telah ditetapkan termasuk standar Health, Safety, Security, dan Enviroment (HSSE).
“Penanganan pasca terjadinya kebakaran dan ledakan 4 tanki sangat cepat, penanganan korban juga sudah cukup baik dan sekarang juga coba dilakukan evakuasi untuk wilayah-wilayah yang tentu memiliki dampak yang membahayakan,” sebutnya.
Selaku anggota DPR RI, sambung Hero pihaknya mendorong percepatan pemadaman kemudian pemulihan dan selanjutnya perencanaan untuk kembali membahas dan membangun kembali tanki yang terbakar harus segera dijalankan supaya pemenuhan terhadap kebutuhan BBM khususnya di wilayah Jawa Barat dan DKI Jakarta yang dicover oleh RU VI Balongan tetap terpenuhi.
“Saya percaya betul bahwa Pertamina dapat menyelesaikan persoalan ini dengan baik. Ini adalah accident. Kita tidak beloh berasumsi dan kepada siapapun mohon bisa menunggu sampai hasil investigasi diselasaikan,” tegas pria dari dapil Jabar VIII meliputi Kabupaten/Kota Cirebon dan Kabupaten Indramayu ini.
Sementara itu GM RU VI Balongan, Hendri Agustian didampingi Dirut Kilang Pertamina Internasional (KPI), Joko Priyono, mengatakan kondisi kilang masih sangat layak. Usianya baru 17 tahun.
Ia menyebtukan, kondisi terkini dari 4 tanki yang terbakar, 3 tanki sudah berhasil dipadamkan. Sebelumnya, kata dia sesunguhnya 4 tanki itu sudah berhasil dipadamkan namun karena ada pergerakan dari busa dibagian atap tanki ditambah adanya angin kencang membuat udara kembali masuk dan terjadi kontak dengan minyak yang panas sehingga muncul api baru.
“Kita masih melakukan pemadaman. Mudah-mudahan berkat doa dan dukungan semua pihak api bisa kita padamkan,” harapnya.
Dirut KPI, Joko Priyono menambahkan pendinginan itu dilakukan terus menerus sampai di sekitar wilayah itu benar-benar dingin. “Teman-teman sedang melakukan offensive fire fighting untuk melakukan pendinginan sampai api benar-benar bisa padam,” tambahnya. (saprorudin)















