Pelita News I Indramayu – Ketua Pengurus Anak Cabang (PAC) Gerindra se Kabupaten Indramayu menolak Lucky Hakim sebagai kandidat Calon Bupati yang diusung oleh Gerindra berdasarkan versi Dewan Pengurus Pusat (DPP) Gerindra. Penolakan itu disampaikan dalam bentuk pernyataan sikap yang dibacakan Wakil Sekretaris DPC Gerindra Indramayu, Aan Suhirso, di kantor DPC Gerindra setempat, Kamis (15/8/2024) menyusul adanya klaim Lucky-Syaefudin didukung DPP Gerindra.
Ia menegaskan jika yang diusung bukan kader terbaik maka dipastikan seluruh PAC akan menanggalkan baju kebesaran DPC Gerindra Indramayu
Aan Suhirso mengingatkan sesuai dengan arahan saat Munas DPP Gerindra di Sentul Bogor beberapa waktu lalu saat itu Sekjen DPP, Ahmad Muzani dan juga Ketua Harian DPP, Sufmi Dasco menyampaikan bahwa Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) merupakan hak mutlak untuk kader organik.
“Kami sepakat meminta pertanggungjawaban dari DPP untuk mengusung kader organik, dan kader sejati dari Gerindra, di Indramayu kami mengusung Ketua DPC Gerindra, H. Kasan Hasari (KB),” tegasnya disambut gemuruh para Ketua PAC, pengurus DPC, kader, simpatisan dan lainnya.
Ketua DPC Gerindra Indramayu, Kasan Basari merupakan representatif dari Ketua Umum Gerindra, H. Prabowo Subianto, perjalanan karir KB dari awal pembentukan pada 2008 hingga saat ini tidak terputus dan telah melahirkan banyak kader terbaik duduk di legislatif dan mengantarkan Ketua Umum (Ketum) Gerindra, H. Prabowo Subianto menjadi Presiden Republik Indonesia.
“Kami berharap agar pa Ketum mendengarkan aspirasi dan harapan kader di daerah khususnya di Indramayu agar dalam Pilkada 2024 mengusung kader terbaik yakni Kasan Basari sebagai Calon Bupati Indramayu periode 2024-2029,” ucapnya.
Perlu diketahui lanjutnya, bahwa Lucky Hakim merupakan Ketua DPD NasDem dan Syaefudin Ketua DPD Golkar. Mereka merupakan ketua partai. Pihaknya juga punya ketua DPC Gerindra yang marwah dan martabatnya harus dijaga semata-mata untuk menegakan martabat dan kehormatan Partai Gerindra Indramayu dan marwah Ketua Umum.
“Ketika nanti rekomendasi turun bukan ke kader Gerindra maka para PAC dan structural dipastikan siap melepaskan baju kebesaran. Oleh karena itu kami berharap kepada DPP terutama Ketum untuk mempertimbangkan kembali terkait keputusannya karena hal itu akan mencederai perjuangan para kader di bawah,” ucapnya.
Pada kesempatan tersebut Aan juga membuka memori perjalanan Pilkada 2020, pada saat itu sambungnya, Gerindra ikut menghantarkan bupati dan wakil bupati terpilih Nina – Lucky meski ahirnya dikhianati karena ditengah perjalanan Lucky Hakim mengundurkan. Intinya, agar hal serupa tidak terulang kembali jaga marwah partai dan bersama-sama menjaga agar tidak terjadi kembali di 2024
“Kami menyadari apapun yang menjadi keputusan dari DPP menjadi hak mutlak untuk diikuti bersama namun ketika keputusan itu tidak memihak kepada kader maka kita memiliki hak politik pribadi masing-masing,” tutupnya. @safaro















