Pelita News | Cirebon – Staf Ahli Wakil Mentri Pertanian, Nandang Sudradjat, mengungkapkan upaya yang dilakukan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Cimanuk-Cisanggarung (Cimancis) dalam mengembangkan pompa air tenaga surya dan teknologi irigasi hemat air merupakan langkah penting untuk mendukung swasembada pangan nasional.
Nandang meyakini para petani akan sangat bahagia jika memperoleh bantuan pompa panel surya tersebut. Hal itu disampaikannya saat menghadiri perayaan HUT ke-80 PU di BBWS Cimancis Kota Cirebon, Senin (01/12/25).
“Kalau nanti petani memperoleh pompa panel surya, mereka pasti senang banget. Ini solusi tepat untuk masalah yang selama ini mereka alami dalam irigasi,“ ujarnya.
Nandang menyebut, Kementerian Pertanian tahun ini saja telah mendistribusikan lebih dari 100.000 alat mesin pertanian. Namun, untuk pompa khususnya, dia mengakui masih perlu perbaikan.
“Awalnya kita fokus pada pompa solar atau listrik, tapi petani tetap mengeluh karena sulit dapat solar atau listrik mati. Sekarang kita bergeser ke tenaga surya,“ paparnya.
Meskipun harga pompa tenaga surya agak mahal, Nandang membeberkan bahwa biaya operasionalnya hampir nol tanpa perlu membayar listrik atau membeli solar. Tentunya hal ini memiliki keuntungan untuk jangka panjang. Setelah kunjungan hari ini, timnya akan membuat laporan detail tentang inovasi BBWS Cimanuk-Cisanggarung agar bisa diakses oleh Kementerian.
“Kita akan dorong pengadaan pompa panel surya tahun depan. Tapi harus dipikirkan bagaimana meningkatkan produksinya, karena kalau pengadaan puluhan ribu unit, butuh kapasitas yang cukup,“ pungkasnya.
Ia juga menyebutkan bahwa sebagian petani sudah menerima pompa solar atau listrik dari Kementerian, tapi debitnya hanya 1-2 liter per detik. Berbeda dengan pompa tenaga surya di BBWS Cimancis yang paling kecil 3 liter per detik, yang bisa mengairi hingga 18 hektar lahan dan memungkinkan petani menanam minimal tiga kali setahun.
“Selain pompa, saya mengapresiasi teknologi irigasi hemat air yang juga menangani masalah gulma. Saya kaget ketika melihat video inovasinya. Awalnya saya pikir tentang gulma, ternyata balai sudah menyelesaikan masalah itu,“ tambah Nandang.
Nandang juga menekankan pentingnya mengamankan peralatan yang mahal ini. Harus ada upaya bersama untuk melindungi pompa ini, karena jika hilang tidak dapat beroperasi lagi. Dalam kesempatan tersebut, ia juga menyebut kondisi lahan pertanian nasional yang mencapai 384.341 hektar untuk 285 juta penduduk – artinya setiap orang hanya mendapatkan 269 meter persegi lahan yang hanya menghasilkan 80 kg pangan.
“Inovasi tenaga surya ini sangat penting untuk meningkatkan produktivitas, ini adalah amal jariyah yang bermanfaat,“ ungkapnya.
Nandang pun kembali berkomitmen akan melaporkan inovasi ini ke Menteri Pertanian dan akan melakukan pengadaan lagi tahun depan. Ia berharap pompa ini dapat di pamerkan di Jakarta dan upaya membantu mengatasi masalah kesulitan petani mendapatkan solar.
“Terima kasih kepada seluruh tim BBWS Cimanuk-Cisanggarung. Tetap berkarya, karena inovasi Anda sangat berharga untuk swasembada pangan negara,“ terangnya. @Ries















