Pelita News | Kab. Kuningan – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM) terus menunjukkan keseriusannya menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC). Hari ini, Jum’at, 23 Oktober 2026, KDM mengerahkan kekuatan penuh untuk memadamkan kobaran api yang masih menyala di Gunung Ciremai.
KDM mengerahkan satu unit Helikopter Water Bombing dari TNI AU untuk melakukan penyiraman udara di titik-titik api yang sulit dijangkau tim darat di lereng terjal Ciremai. Selain jalur udara, KDM juga mengerahkan 1000 relawan gabungan yang terdiri dari warga sekitar hutan, Masyarakat Peduli Api (MPA), BPBD, Balai TNGC, TNI, dan Polri.
Ribuan relawan tersebut diterjunkan untuk membuat sekat bakar dan melakukan pemadaman darat di tiga desa terdampak, yakni Desa Pasayangan, Desa Cibuntu, dan Desa Seda, Kecamatan Pasawahan, Kabupaten Kuningan.
Sebagai bentuk apresiasi dan motivasi, KDM kembali menegaskan komitmennya memberikan insentif sebesar Rp250.000 per orang per hari bagi para relawan yang ikut berjibaku di lapangan.
“Hari ini kita kerahkan 1000 relawan dan helikopter water bombing. Untuk relawan, tetap kita kasih Rp250 ribu per hari. Kalau apinya cepat padam, ada bonusnya. Kita selamatkan Gunung Ciremai bersama-sama,“ tegas KDM.
Kebakaran yang pertama kali terdeteksi pada Rabu malam (21/10/2026) di Grid 15 M Resort Pasawahan ini memang menjadi perhatian serius. Cuaca terik dan kemarau panjang membuat pemadaman harus dilakukan ekstra cepat sebelum api merambat ke zona inti TNGC.
Jum’at pagi ini, tim gabungan akan terus berjibaku di lapangan. Water bombing bakal bekerja ekstra, sementara 1000 relawan menyisir lereng untuk memastikan tidak ada bara api yang tersisa.
KDM menegaskan, upaya pemadaman besar-besaran ini bukan hanya untuk memadamkan api hari ini, tetapi untuk menjaga paru-paru Jawa Barat agar tetap lestari. Ia meminta seluruh relawan tetap mengutamakan keselamatan di medan yang terjal dan berharap dengan pengerahan 1000 relawan serta helikopter water bombing, kobaran api di Gunung Ciremai bisa benar-benar padam total dalam waktu dekat.
Selain fokus pemadaman, KDM juga mengingatkan seluruh masyarakat di sekitar kawasan hutan untuk tidak lagi melakukan pembakaran ilalang maupun membuka lahan dengan cara dibakar, mengingat kondisi cuaca yang masih terik dan curah hujan yang belum merata sangat berisiko memicu titik api baru di Gunung Ciremai. @Ries














