
Pelita News | Kuningan – Memiliki kekayaan potensi alam yang melimpah adalah harapan seluruh desa di Indonesia, dimana hal tersebut guna mendukung dan membantu upaya peningkatan Pendapatan Asli Desa (PADes) sekaligus peningkatan ekonomi masyarakat desa melalui berbagai program sektoral. Baik itu pertanian, perkebunan maupun pengembangan Desa Wisata. Pengembangan Desa Wisata sendiri tidak bisa dilakukan secara instan, hanya dengan membuat sebuah objek wisata atau menyelenggarakan event wisata di desa. Lebih daripada itu, konsep pengembangan Desa Wisata harus memenuhi sejumlah unsur penting yang tidak lepas dari peran komunitas atau masyarakat sebagai pelaku penting di dalamnya.

Seperti potensi alam yang di miliki Desa Sangkanerang, Kecamatan Jalaksana, Kabupaten Kuningan. Kekayaan alam yang ada di desa ini dapat dikembangkan melalui program – program yang muaranya dapat memfasilitasi peningkatan ekonomi masyarakat Desa Sangkanerang, tidak hanya meningkatkan PADes semata. Adapun potensi yang rencananya akan di programkan Pemerintah Desa Sangkanerang pada tahun depan di antaranya Wisata Bumi Perkemahan di Blok Bubulak, Wisata Religi di Situs Buyut Salam dan Wisata Tenjo Layar yang terbengkalai akibat wabah Covid-19 tepatnya berada di kaki Gunung Ciremai.
Kuwu Desa Sangkanerang, Kecamatan Jalaksana, Ahmad Sutedja mengungkapkan, ketiga wisata yang akan di susun dan di programkan tahun depan tersebut diharap nantinya dapat meningkatkan PADes dan perekonomian warga masyarakat. Untuk itu, peningkatan infrastruktur jalan pun tentunya perlu perhatian serius sebagai sarana transportasi pendukung program Wisata Desa. Namun demikian, program pemerintah desa juga perlu adanya peran dan partisipasi warga masyarakat dalam pembangunan Desa Wisata.
“Insya Allah tahun depan kita susun program Desa Wisata. Kita usulkan Wisata Bumi Perkemahan, Situs Buyut Salam dan Wisata Tenjo Layar,“ tuturnya ketika berbincang dengan Pelita News, Selasa (23/7).
Perlu diketahui, usulan Wisata Bumi Perkemahan di Blok Bubulak dirasa sangat strategis dengan potensi yang ada. Sedangkan Pengembangan Wisata Religi Situs Buyut Salam sudah dikenal hingga pelosok Nusantara dan hingga saat ini masih terus ramai dikunjungi peziarah dari luar daerah. Namun untuk Wisata Tenjo Layar sendiri sempat dibuka sesaat pada Tahun 2020 lalu dan terbengkalai akibat wabah Covid-19. Wisata Tenjo Layar letaknya tepat di kaki Gunung Ciremai masuk adminstrasi Desa Sangkanerang, Kecamatan Jalaksana, Kabupaten Kuningan. Objek wisata ini dapat menjadi tujuan pilihan berlibur di akhir pekan dengan ketenangan dan kesejukan alamnya. Untuk menuju ke lokasi wisata ini, pengunjung harus memiliki stamina ekstra untuk berjalan kaki sejauh 900 meter dari area parkir kendaraan.
Wisata Tenjo Layar awal dibangun pada Tahun 2017 lalu, di dalamnya terdapat kolam renang, kolam terapi ikan dan sebuah Curug yang berada di ketinggian lebih dari 1.000 Mdpl. Pemandangan dan kesejukan alam Tenjo Layar yang berbukit dan berbatuan tersebut menjadi kekayaan alam milik Desa Sangkanerang yang tak kalah jauh keindahannya dengan wisata – wisata lainnya yang berada di Kabupaten Kuningan. @Ries















