Pelita News | Cirebon.- PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 3 Cirebon mengeluarkan permohonan maaf kepada penumpang setelah terjadinya gangguan perjalanan kereta api akibat kecelakaan KA Gajayana, yang tertemper oleh sebuah minibus. Insiden terjadi pada Kamis malam (3/10) sekitar pukul 20.55 WIB di perlintasan sebidang yang telah ditutup, di antara Stasiun Terisi dan Stasiun Telagasari.
Kecelakaan ini melibatkan KA Gajayana yang sedang dalam perjalanan dari Gambir ke Malang. Menurut informasi, pengemudi minibus berusaha memasuki perlintasan yang sudah ditutup dan melarikan diri setelah kecelakaan, meninggalkan kendaraannya yang rusak.
Akibat kejadian ini, lokomotif KA Gajayana mengalami kerusakan, dan KAI segera mengerahkan lokomotif pengganti dari Stasiun Arjawinangun untuk mengurangi keterlambatan. Beberapa perjalanan kereta mengalami penundaan hingga 172 menit, termasuk KA Argo Cheribon dan KA Gajayana sendiri.
Rokhmad Makin Zainul, Manager Humas KAI Daop 3 Cirebon, mengungkapkan penyesalan atas kejadian ini dan menekankan pentingnya mematuhi aturan berlalu lintas. “Kami menghimbau kepada seluruh pengguna jalan agar tidak melewati perlintasan yang ditutup, demi keselamatan bersama,” ujarnya.
Seluruh penumpang dalam kereta dalam keadaan baik dan tidak ada yang mengalami luka. KAI kini melakukan pencarian terhadap supir dan penumpang minibus yang melarikan diri untuk dimintai keterangan lebih lanjut.
KAI menegaskan bahwa pelanggaran di perlintasan sebidang dapat dikenakan sanksi sesuai dengan undang-undang yang berlaku. Kejadian ini menjadi pengingat pentingnya keselamatan di perlintasan kereta api.@Bams















