Pelita News indramayu .
Jelang hari Raya Waisak yang jatuh pada tanggal 4 Juni mendatang, sejumlah Biksu dari Asia Tenggara akan berkumpul di Candi Borobudur, Para Biksu sempat beristirahat di kantor Polsek Kandanghaur Senin (15/05)
Kehadiran para biksu dari Thailand, Singapore , Malaisia dan Indonesia berjumlah 32 Biksu kedatangan para Biksu yang berjalan kaki melintang wilayah Pantura sedikit membuat heboh masyarakat Indramayu, pasalnya baru kali ini pertama menjelang perayaan hari Raya Waisak yang jatuh pada tanggal 4 Juni Mendatang , mereka sengaja berjalan kaki yang tujuannya akan merayakan hari Raya Waisak di Candi Borobudur .
Menurut Biksu Indonesia asal kabupaten Cirebon , Wawan, yang mewakili para biksu lainnya sebagai translator untuk berkomukasi , mengatakan kedatangan para biksu di kabupaten Indramayu tidak lain bertujuan akan berkumpul di Candi Borobudur Jawa tengah , mereka bersama biksu dari Asia Tenggara akan merayakan hari Raya Waisak pada tanggal 4 Juni mendatang , untuk kesempatan mereka telah menyediakan Ambulan Internasional.
Para biksu sengaja berjalan kaki dari Jakarta menuju Kota Magelang , namun untuk saat ini mereka sempat beristirahat di kantor mapolsek Kandanghaur, sekaligus melapor atau memberitahu tujaun para biksu yang berjalan kaki tersebut. ” Kami sengaja beristirahat sambil melaporkan diri atas kegiatan para biksu tersebut ” ujar Wawan Biksu alas kita Cirebon.
Atas kedatangan para biksu yang berjumlah 32 orang , pihak fokorpincam kecamatan Kandanghaur kabupaten Indramayu dalam hal ini Camat , Kapolsek , danramil p mencoba berkomunikasi melalui biksubdari Indonesia , terkait kedatangan mereka terutama Biksu dari luar negeri , terutama kelengkapan surat jalan mereka , “apakah kedatangan mereka bertujuan positif atau tidak ” saat ditanya melalui penterjemah dalam hal ini Biksu Wawan asal kota Cirebon ,
Dengan santun , kenapa berjalan kaki dari Jakarta menuju Magelang yakni Candi Borobudur , merupakan uji mental para biksu, dan tanpa mengesampingka. Peraturan Negera Republik Indonesia , tentunya semua persyaratan ini sudah lengkap dan tidak melanggar UU ” kami sangat menghormati aturan pemerintah RI” pungkas biksu asal Cirebon . (Furqon)















