Pelita News | Sedong – Jalan poros di Dusun 3 RT 03 RW 08 amblas dan putus sepanjang 40 meter akibat luapan dan terjangan banjir dahsyat Sungai Cijurai pada Selasa dini hari (19/5/2026). Praktis, akses jalur poros desa yang menghubungkan Blok Ngarak, Desa Sedong Kidul dan Blok Lojikaum, Desa Karangwuni terputus dan tak bisa dilalui kendaraan roda empat maupun roda dua.
Selain itu, banjirr juga merendam permukiman warga dengan ketinggian mencapai 1 meter dan merusak empat unit rumah. Tercatat sebanyak 147 kepala keluarga terdampak, kini seluruh warga yang berada di Blok Lojikaum Karangwuni kini terisolir.
Camat Sedong, Ahmad Syifa, menyatakan pihaknya tengah melakukan koordinasi dengan DPUTR (Dinas Pekerjaan Umum, dan Tata Ruang) serta Bapperida (Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah) Kabupaten Cirebon untuk menindaklanjuti dampak luapan Sungai Cijurai yang merusak infrastruktur pemerintah dan masyarakat di wilayah Sedong.
“Saat ini kami sedang koordinasi dengan PUTR dan Bapperida. Segera akan ditindaklanjuti terkait musibah Sungai Cijurai yang berdampak pada kerusakan infrastruktur pemerintah dan masyarakat,” ujarnya, Selasa (19/5/2025).
Pasca kejadian, Pemerintah Desa Sedong Kidul dan Karangwuni telah melakukan pendataan korban, evakuasi barang, pembersihan lumpur, serta dokumentasi untuk pengajuan bantuan. Total kerugian ditaksir mencapai Rp100 juta.
Ahmad Syifa memastikan pemerintah kecamatan akan mengawal proses penanganan darurat agar akses jalan dan fasilitas yang rusak bisa segera diperbaiki. Ia juga mengimbau warga di sekitar aliran Sungai Cijurai untuk tetap waspada terhadap potensi banjir susulan. @Ries














