Kabupaten Cirebon Pelita News
Kabupaten Cirebon diguyur hujan deras pada Senin malam kemarin (18/05) dengan intensitas yang sangat tinggi berdampak ke sejumlah wilayah yang ada di Kabupaten Cirebon. Berdasarkan informasi yang dihimpun Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cirebon melalui Bidang Kedaruratan dan Logistik, curah hujan dengan durasi yang cukup lama di wilayah Kabupaten Cirebon dan Kabupaten Kuningan mengakibatkan beberapa sungai meluap diantaranya sungai Cipager, Ciberes, Cisanggarung, Singaraja – Singaratu, Cisoka, Kalilunyu, dan Cikalong serta beberapa saluran irigasi. Selain itu juga dampak banjir juga diduga diakibatkan kurangnya daerah resapan air dan drainase juga turut mempengaruhi dampak banjir disejumlah lokasi.

Menurut Nuggy Pranugrah Affandi Kabid Kedaruratan dan Logistik menjelaskan sejumlah titik lokasi yang mengalami banjir diantaranya lingkungan perumahan, lingkungan pemukiman dan jalur Pantura yang ada di wilayah timur Kabupaten Cirebon, ketinggian air terendah setinggi 20 Cm dan tertinggi mencapai 150 Cm.
“lokasi terdampak bencana ada di 9 Kecamatan untuk ketinggian air yang paling tinggi ada di Perumahan Lobunta Desa Banjarwangunan Kecamatan Mundu yakni 20Cm-150 Cm,”jelas Nuggy Pranugrah Affandi Selasa 19/05.

Selanjutnya, untuk masyarakat terdampak berdasarkan data yang dihimpun BPBD Kabupaten Cirebon Nuggy Pranugrah Affandi menyebutkan mencapai angka seribuan, dan untuk jumlah masyarakat terdampak terbanyak berada di lokasi Desa Dawuan Kecamatan Tengahtani dengan jumlah 450 jiwa.
“sebanyak 421 KK dengan jumlah 1114 jiwa dari delapan Kecamatan yang ada di Kabupaten Cirebon terdampak banjir, dan untuk masyarakat Desa Dawuan cukup banyak masyarakat yang terdampak yang mayoritas warga perumahan yang ada di desa tersebut,”tambahnya.

Tak hanya jumlah jiwa yang terdampak, pihaknya juga memaparkan untuk infrastruktur dan fasilitas umum yang turut terdampak atas banjir saat itu dirasanya cukup lumayan banyak, terutama rumah atau tempat tinggal masyarakat yang tergenang hingga terendam air pasca hujan deras saat itu.
“dari delapan Kecamatan yang terdampak banjir sebanyak 324 rumah, lima tempat sarana ibadah, dan ratusan meter jalan yang tertutup akibat banjir,”ucapnya.

BPBD Kabupaten Cirebon juga telah melakukan banyak hal atas penanganan banjir di sejumlah kecamatan, salah satunya menyediakan kebutuhan mendesak seperti kebutuhan pangan untuk masyarakat terdampak banjir.
“banyak hal yang kami telah upayakan, seperti upaya penanggulangan banjir, menyediakan kebutuhan mendesak (selimut, makanan, karung), koordinasi dengan pihak terkait,”ungkapnya.

Sementara itu Nuggy Pranugrah Affandi memastikan banjir yang melanda di delapan Kecamatan pihaknya memastikan telah mengalami penurunan debit air, bahkan ia juga memastikan kondisi yang semula banjir saat ini sudah surut.
“Alhamdulillah, berkat kerjasama dan kerja keras tim BPDB Kabupaten Cirebon dengan sejumlah pihak, akhirnya wilayah terdampak banjir sudah surut, dan aktivitas mulai berjalan normal kembali,”pungkas Nuggy Pranugrah Affandi.(Ws)















