Indramayu, PN
UPTD SDN 1 Eretan Wetan Kecamatan Kandanghaur Kabupaten Indramayu, sekira satu bulan terakhir kebanjiran hingga 40 cm. Banjir yang dialami sekolah yang berhadapan dengan SDN 2 ini akibat air laut pasang atau rob.
Imbas saluran mampet sehingga air rob tidak bisa keluar dan tetap menggenangi sekolah mengakibatkan kegiatan belajar mengajar tersendat.
Perwakilan UPTD SDN 1 Eretan Wetan, Utin Rustini, S.Pd mengatakan pihaknya sudah berusaha meninggikan lantai sekolah dengan cara di urug dengan pasir. Hanya saja kata dia karena keterbatasan anggaran belum semua local sekolah diurug. “Kami baru bisa mengurug 4 lokal sisanya belum di urug karena keterbatasan anggaran,” bebernya.

Meski kebanjiran namun pihaknya bersyukur karena aktifitas KBM dilakukan secara daring/online karena masih di tengah pandemic COVID-19.
Utin mengaku pihaknya sudah melaporkan perihal sekolah banjir imbas air laut pasang ke Dinas Pendidikan (Disdik) Indramayu dan pihaknya masih menunggu jawaban tersebut dari dinas.
Hal serupa dikatakan W Ismanto, S.Pd. Menurutnya, karena sering kebanjiran mungkin halaman sekolah berlumut/licin sehingga sering kali siswa dan guru terjatuh. “Kami berharap Disdik Indramayu merespon sekolah banjir imbas rob dengan membantu meninggikan lantai dan halaman. Peninggian itu agar sekolah terbebas dari banjir rob,” harapnya. (furqon).













