Pelita News | Cirebon Timur – Beredar berita dari salah satu media online mengabarkan adanya aksi warga menggelar audiensi mempertanyakan dana ketahanan pangan yang dikelola BUMDes Desa Lebakmekar, Kecamatan Greged, Kabupaten Cirebon senilai Rp 520 juta. Dalam berita tersebut menyebutkan juga warga mencurigai dana tidak digunakan sesuai aturan.
Dalam isi beritanya, audiensi di adakan di kantor Desa Lebakmekar pada Kamis 22/1/2026 pukul 09.00 pagi sampai selesai. Hadir dalam audiensi Kuwu Desa Lebakmekar, Ketua BPD, Ketua BUMDes, Kecamatan, Polsek, Danramil, pendamping desa dan tokoh masyarakat.
Selanjutnya, dalam isi berita juga disebutkan bahwa Ketua BUMDes menyampaikan permohonan maaf di depan masyarakat Desa Lebakmekar bahwa dana untuk ketahanan pangan yang seharusnya untuk kegiatan usaha bebek bertelor dan jual beli padi,q akan tetapi dana tersebut digunakan untuk dipinjamkan kepada Kepala desa (Kuwu), perangkat desa, Ketua BPD beserta anggotanya, Kepala unit BUMDes dan salah seorang pengusaha dari luar desa.
Berita tersebut pun langsung dibantah dan di anggap tidak benar alias Hoax. Dalam keterangannya, Kuwu Desa Lebakmekar, Kecamatan Greged, Mahmud menegaskan tidak adanya aksi audiensi ataupun demonstrasi yang dilakukan warga masyarakat Desa Lebakmekar seperti yang disebutkan dalam pemberitaan media online tersebut.
“Yang benar adalah kemarin hari Kamis 22/1/2026, kami mengadakan Musdes Laporan Pertanggungjawaban BUMDes Tahun Anggaran 2025 bertempat di kantor desa. Jadi itu bukan audiensi,“ tegasnya, Jum’at (23/1/2026).
Ia memastikan, berita online dengan Judul “Masyarakat Desa Lebak Mekar, Kecamatan Greged, Gelar Audiensi, Pertanyakan Dana Ketahanan Pangan Yang Dikelola BUMDes” adalah Berita Hoax. Untuk ia berharap publik, khususnya warga masyarakat Desa Lebakmekar tidak mudah terpengaruh oleh berita-berita hoax.
“Tudingan Dana BUMDes di pinjamkan ke saya adalah hoax, intinya tidak ada masalah soal pinjaman kepada siapapun. Untuk hasil LPJ BUMDes kemarim normatif dan tidak ada masalah yang menonjol,“ ujar Mahmud. @Ries















