Pelita News, Indramayu – Anggota Fraksi Partai Demokrat, DPR RI, Dr. Ir. H. E. Herman Khaeron, M.Si dan Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) KUMKM satuan kerja Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menegah Republik Indonesia (KemenkopUKM RI) menjemput bola ke masyarakat di berbagai desa di Kabupaten Indramayu sala satunya pelaku UMKM di Kecamatan Lelea dan masyarakat Blok Liyep Desa Tugu Kecamatan Lelea Kabupaten Indramayu.
Saat jemput bola di Kantor Dusun Blok Liyep, Selasa (17/10/2023) itu juga dilakukan sosialisasi dana bergulir LPDB KUMKM 2023 dengan mengusung tema “Penguatan Sektor Pangan Melalui Dana Bergulir kepada Koperasi di Provinsi Jawa Barat”.
Hadir sebagai pembicara, Humas LPDB KUMKM, Bayu Utomo dan Pembina Umum UMKM Mitra Sehati Kabupaten/Kota Cirebon dan Kabupaten Indramayu, dr. Hj. Ratnawati, MKKK.
Herman Khaeron mengatakan dilakukannya sosialisasi dana bergulir LPDB KUMKM di berbagai desa di daerah pemilihan (Dapil) Jabar VIII meliputi Kabupaten/Kota Cirebon dan Kabupaten Indramayu, karena diyakini banyak potensi yang bisa dikembangkan sebagai usaha masyarakat.
Menurutnya, DPR RI sebagai mitra kerja beberapa kementerian termasuk LPDB KUMKM satuan kerja KemenkopUKM RI menekankan agar LPDB KUMKM jemput bola di kantong-kantong masyarakat yang memiliki potensi usaha yang bisa dikembangkan dan membutuhkan pembiayaan.
Sosialisasi itu sambungnya, agar akses permodalan terbuka secara luas ke masyarakat. Karena menurutnya, Kantor LPDB KUMKM hanya ada di Jakarta dan akses permodalan tertutup. Nah sekarang sudah terbuka dan pihaknya ajak keliling ke desa-desa untuk mensosialsiasikan dana bergulir tersebut.
Mudah-mudahan peluang ini dapat membuka cakrawala baru bagi para pengusaha di desa-desa, kampung-kampung untuk meningkatkan kapasitas dan volume usahanya.
“Ayo datang ke desa-desa dan sosialisasikan dana bergulir LPDB KUMKM. Kemudian mengenai syarat dan persyaratan apakah layak atau tidak, itu urusan nanti karena sejatinya di desa itu usaha pasti layak. Mereka berusaha polos tanpa ada macam-macam. Mereka berusaha yang penting bisa makan,” kata suami Hj. Ratnawati yang juga Bacaleg DPRD Provinsi Jabar ini.
Dengan kedatangan tim LPDB KUMKM itu kata dia, bagaimana peluang usaha yang biasanya hanya untuk memenuhi kehidupan sehari-hari ditingkatkan agar bisa menghasilkan biaya untuk sekolah dan lainnya. Selanjutnya, dari meningkatkan biaya untuk sekolah terus ditingkatkan lagi diharapkan bisa membuka lapangan kerja untuk yang lainnya serta meneruskan ke pelaku UMKM lainnya.
“Kalau mereka sudah bisa membuka lapangan kerja untuk yang lainnya. Inilah yang menjadi harapan kami semua, apalagi saya dan istri (Ratnawati) membina para pelaku UMKM dalam naungan Yayasan Mitra Sehati. Ini adalah konsep pemberdayaan masyarakat berbasiskan institusi pemerintah yang ada, jangan sampai mereka menunggu,” tandasnya.
Herman juga menyambut suka cita karena saat sosialsiasi itu, pihaknya banyak mendapat masukan dari peserta, seperti bagaimana persyaratannya, bahkan anak-anak muda bertanya bagaimana membuat PIRT. Kemudian ada yang usahanya sudah berkembang, bertanya bagaimana cara meningkatkannya, dan pertanyaan-pertanyaan lainnya. Pokoknya, banyaklah.
“Itu semua kami catat dan inysAllah ini menjadi perhatian khusus saya sebagai anggota DPR RI Dapil Jabar VIII meliputi Kabupaten/Kota Cirebon dan Kabupaten Indramayu,” tukasnya.
Ia juga berharap masyarakat dan pelaku UMKM senang dengan adanya sosialsiasi tersebut, karena ada ruang baru bagi mereka untuk melakukan upayanya dan mendapatkan pembiayaan dari LPDB KUMKM. (saprorudin)















