Indramayu, PN
Bertepatan dengan momen peringatan hari jadi ke-494 Kabupaten Indramayu pada Kamis 7 Oktober 2021, Dinas Pendidikan (Disdik) kabupaten setempat meluncurkan uji coba pembelajaran daring melalui chanel Ayu TVCC. Tayangan itu bisa di tonton tanpa harus menggunakan kuota. Tayangan ditonton melalui chanel TV digital yang akan di pasang di empat titik. Pertama di Kantor Disdik, di SDN Unggulan, SMPN Unggulan dan di TK Pembina Indramayu.
Pernyataan itu disampaikan Plt Kepala Disdik Indramayu, H. Caridin di sela-sela pemasangan perangkat Ayu TVCC di Disdik setempat, Rabu (06/10).
Model pembelaran daring itu kata dia, guru mengajar dari studio, sementara siswa dan guru yang lain bisa melihat melalui Ayu TVCC di empat titik itu.
“Pada tanggal 7 Oktober bertepatan dengan momen peringatan hari jadi, kami akan melakukan pembelajaran live melalui Ayu TVCC dengan konten pembelajaran dari guru-guru baik guru TK/SD dan guru SMP. Adapun waktunya dari mulai pukul 07.00-16.00,” sebut Caridin.
Uji coba pembelajaran daring melalui TV digital sambungnya, merupakan salahsatu inovasi yang dilakukan pihaknya. Karena menurutnya, meski masih di masa pandemi Covid-19 namun bukan menjadi sebuah hambatan/penghalang, ini adalah sebuah tantangan agar pihaknya terus berinovasi dan berkembang menuju Indramayu Bermartabat.
Intinya, kata dia, terus berkreasi untuk meningkatkan mutu pembelajaran, para siswa harus tetap konsisten mengikuti pembelajaran walaupun di masa pandemi, karena pendidikan sebuah upaya untuk meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di bidang pendidikan selain bidang kesehatan dan daya beli.
“In Sya Allah pendidikan akan terus mengikuti regulasi dengan perkembangan 4.0 di era teknologi digital. Proses pembelajaran yang selama ini memakai daring merupakan sebuah kemajuan dan In Sya Alah model pembelajaran itu akan terus dikembangkan, yakni melalui TV digital,” ujarnya.
Menurutnya, uji coba ini baru tersedia di empat titik dan ke depan diharapkan bisa tersebar di semua sekolah. Sementara untuk anggarannya diupayakan dari anggaran Pemkab Indramayu dan Bupati Nina Agustina sangat respon sekali.
“Perangkat ini tidak dibebankan oleh lembaga. Karena ini adalah model pembelajaran yang bisa di akses tanpa jaringan internet,” kata dia.
Ditambahkan, bagi masyarakat Indramayu yang belum berkesempatan mengikuti pendidikan formal, Disdik punya program Ja-ket (Kejar Paket) A (setara SD), B (setara SMP) dan C (setara SMA). Program itu untuk melayani masyarakat Indramayu agar memperoleh hak yang sama mengenyam pendidikan sampai jenjang SMA sederjat.
“Ja-ket merupakan sebuah harapan untuk masyarakat Indramayu yang belum mengikuti pendidikan formal, apalagi masyarakat yang masih usia produktif. Karena pendidikan merupakan prasyarat untuk menempuh jenjang-jenjang karir berikutnya,” tambahnya. (saprorudin)















