Pelita News, Indramayu – Masih tingginya harga beras di pasar tradisional di Kabupaten Indramayu membuat masyarakat setempat lebih memilih beras kualitas medium dibandingkan premium.
Hal itu disampaikan Warto, sala seorang pemilik kios beras di Pasar Baru Indramayu.
Menurutnya, harga beras medium saat ini mencapai Rp13 ribu per kilogram. Sedangkan harga beras premium mencapai Rp13.900 per kilogram.
“Kalau dibandingkan dua pekan lalu, harga beras medium tidak mengalami kenaikan. Sedangkan harga beras premium, turun Rp100, dari sebelumnya Rp14 ribu per kilogram, ” kata Warto di kiosnya, Rabu (20/9/2023).
Tingginya harga beras itu kata dia selama 14 tahun terakhir, harga saat ini disebutnya merupakan yang tertinggi. Untuk yang beras premium turun Rp 100 per kilogram.
“Saya tidak tahu apa penyebabnya. Bisa saja karena lahan yang panen sekarang bertambah karena memang panennya tidak serentak,” kata Warto.
Warto mengatakan, meski harga beras mahal, namun penjualannya tetap stabil karena beras merupakan kebutuhan pokok masyarakat. Untuk penjualannya, setiap hari rata-rata mencapai tiga ton yang terdiri dari beras premium dan medium.
Namun, tingginya harga beras saat ini membuat konsumennya lebih banyak yang memilih beras kualitas medium dibandingkan premium.
“Dari tiga ton beras yang terjual, perbandingannya sekitar 2:1 untuk beras medium,” terang dia.
Sementara itu, salah seorang konsumen, Wati (47 tahun), mengaku dirinya sengaja beralih ke beras medium setelah harga beras mengalami kenaikan. Beras yang dibelinya digunakan untuk berjualan nasi sarapan pagi.
“Kalau buat pedagang kecil seperti saya lumayan juga selisih Rp 1.000,” tuturnya
Perihal yang hampir sama dikatakan Suminah (54 tahun). Dia terpaksa beralih ke beras medium untuk konsumsi keluarganya.
“Biasanya saya beli beras yang bagus atau premium. Tapi karena lagi mahal, terpaksa pilih beras medium,” ucap dia. (saprorudin)















