Pelita News Cirebon Timur — Senin sore (2/3/2026), warga di Kecamatan Susukanlebak dihebohkan beredarnya gambar dan video terkait menu MBG Bubur Kacang Hijau dari dapur SPPG Yayasan Bhakti Nurul Kalam Susukanlebak yang dipenuhi ulat atau belatung. Sontak, gegernya informasi tersebut menimbulkan keresahan dan kekhawatiran masyarakat di waktu jelang berbuka puasa.
Atas kejadian tersebut, pihak SPPG Yayasan Bhakti Nurul Kalam Susukanlebak langsung angkat bicara.
Dalam video yang beredar Senin malam (2/3/2026), Ahli Gizi SPPG Yayasan Bhakti Nurul Kalam Susukanlebak memberikan klarifikasinya terkait beredarnya foto dan video belatung atau ulat pada menu MBG Bubur Kacang Hijau. Selaku ahli gizi dan tim SPPG Susukanlebak hari ini juga langsung bergerak melakukan pengambilan sampel kepada sekolah-sekolah.
“Setelah dilakukan analisa, dari segi aroma tidak ditemukan bau tidak sedap seperti bau busuk dan lain-lain. Akan tetapi memang di situ ditemukan bentuk-bentuk memanjang dan melingkar seperti ulat atau belatung. Setelah saya raba dan pegang teksturnya dipastikan itu tidak kenyal dan mudah patah yakni berupa akar tunas kacang hijau yang bila di diamkan kembali akan menjadi kecambah atau toge,“ jelasnya.
Diakuinya, kejadian ini menimbulkan kesalahpahaman bagi orang tua, murid ataupun guru di sekolah, akan tetapi memang perlu diluruskan bahwasanya timbulnya tunas kacang hijau pada bubur kacang hijau karena beberapa faktor.
“Bisa jadi yang pertama saat produksi bubur kacang hijau tersebut dengan jumlah banyak yakni 100 kg. Untuk proses pencucian memakan waktu yang cukup lama, dan untuk sampai ke dalam proses pengolahan pastinya kacang hijau yang sudah terkena air atau dalam kondisi lembab akan muncul tunas. Jika didiamkan satu hari pun akan menjadi toge,“ ungkap ahli gizi SPPG Yayasan Bhakti Nurul Kalam Susukanlebak.
Lanjut dalam penjelasannya, kemudian dari data yang saya ketahui, pada hama dari kacang hijau yakni ulatnya itu berwarna hijau dan hanya memakan daun dari tumbuhan kacang hijau saja. Terlepas dari kejadian tersebut, atasnama pribadi selaku ahli gizi SPPG Susukanlebak dan tim SPPG Susukanlebak tetap memohon maaf kepada seluruh penerima manfaat, yakni sebelumnya tidak memberikan edukasi atau pemahaman terlebih dahulu akan hal tersebut.
“Tapi sudah saya pastikan dan tim bahwasanya itu bukan belatung atau ulat, akan tetapi tunas kacang hijau dan dapat dipastikan aman untuk dikonsumsi. Demikian klarifikasi yang dapat saya sampaikan, kurang lebihnya mohon maaf, Wassalamu’alaikum Warohmatullahi Wabarokatuh,“ tutupnya. @Ries















