Kabupaten Cirebon Pelita News
Peringatan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke 80 tahun 2025 seharusnya menjadi momentum yang sangat penting bagi seluruh rakyat Indonesia, namun peringatan tersebut seharusnya memberikan kemenangan dan kemerdekaan bagi seluruh rakyat Indonesia, namun hal ini diduga tidak berlaku untuk pedagang diwilayah Kecamatan Arjawinangun Kabupaten Cirebon, diduga kuat para pedagang dipungli oleh oknum Kecamatan Arjawinangun dengan dalih untuk memeriahkan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia diwilayah Kecamatan Arjawinangun.
Dugaan kuat pungutan liar tersebut yang dikenakan pedagang mencapai hingga ratus ribu rupiah, dan dikabarkan adanya dugaan seluruh pedagang yang ada diwilayah Kecamatan Arjawinangun dikenakan dugaan pungutan tersebut.
Oknum Kecamatan Arjawinangun yang berinisial (S) ketika dihubungi melalui via WhatsApp Senin 28/07, membenarkan adanya dugaan tersebut, Ia berdalih bahwa setiap pedagang yang ia pungut tidak mendapatkan paksaan, dan uang yang diberikan merupakan partisipasi seikhlasnya.
“memang betul meminta partisipasi ke pedagang yang ada di seluruh Kecamatan Arjawinangun, tapi sifatnya tidak memaksakan, bahkan kalau ada yang tidak ngasih juga tidak apa-apa,”ungkapnya.
Ia juga menambahkan, selain melakukan dugaan pungli pada setiap pedagang, Ia juga diduga berdalih menjalankan tugas pendataan kepada seluruh pedagang, hal itu Ia lakukan ketika dikemudian hari terjadi penggusuran pedangan sudah memberikan himbauan kepada pedangan yang diduga telah melakukan pelanggaran atau dikenakan penggusuran.
“pendataan pedagang saat itu, kalau nanti dikemudian hari ada penggusuran pedagang sudah ada bukti pada saat pendataan,”dalihnya.
Sementara itu salah satu pedagang yang namanya dirahasiakan mengaku bahwa oknum Kecamatan Arjawinangun diduga melakukan pungutan liar kepada pedagang yang ada, dengan diduga kuat dipatok dengan angka Rp.200 ribu dengan dalih untuk kegiatan HUT RI ke 80.
“saya diminta sumbang oleh oknum Kecamatan dua ratus ribu rupiah, itu semua pedagang untuk sumbangan agustusan,”ucapnya.(Sur)















