Pelita News I Indramayu – Upaya pencarian terhadap 4 nelayan hilang di perairan Pulau Rakit atau Pulau Biawak, Kabupaten Indramayu, terus dilakukan tim SAR gabungan, Selasa (3/3/2026). Para korban hilang setelah kapalnya ditabrak tongkang.
Tim SAR gabungan kembali menyisir perairan sekitar lokasi kejadian untuk mencari 4 anak buah kapal (ABK) KM Al Mujib GT 6 yang dilaporkan hilang. Operasi ini dipimpin Basarnas melalui Pos SAR Cirebon bersama unsur SAR gabungan lainnya.
Kepala Kantor SAR Bandung, Ade Dian Permana mengatakan, pencarian dilakukan dengan mengerahkan KN SAR Setyaki 202 dari Dermaga Pelabuhan Cirebon. Selain itu, unsur laut lainnya turut diberangkatkan dari Pelabuhan Karangsong Indramayu untuk memperluas area penyisiran.
Adapun unsur yang terlibat yakni KN Setyaki dari Basarnas Bandung. Kemudian Kapal Patroli VIII 2472 Polair Polres Indramayu dengan 5 personel, dan Kapal Patroli VIII 2001 milik Ditpolairud Polda Jabar dengan 11 personel.
Pencarian juga diperkuat RBB KPLP Indramayu dengan 4 personel. Seluruh unsur melakukan penyisiran sesuai prediksi SAR Map dan peta prakiraan sebaran korban di sekitar lokasi kejadian.
Dalam upaya ini, koordinasi antarunsur dilakukan secara intensif guna memaksimalkan hasil pencarian.
“Kami melakukan pencarian dengan menyisir di sekitar lokasi kejadian berdasarkan prediksi SAR Map serta peta prediksi sebaran korban,” jelas dia dalam keterangannya.
Kecelakaan laut tersebut terjadi pada Sabtu (28/2/2026) malam di perairan Pulau Rakit atau Pulau Biawak. KM Al Mujib yang tengah mencari ikan ditabrak kapal tongkang hingga tenggelam. Kejadian ini menyebabkan 2 nelayan meninggal dunia, dan 4 nelayan dikabarkan hilang.
Peristiwanya bermula saat KM Al Mujib yang dinakhodai Jupri Priyanto berangkat dari Karangsong menuju perairan Pulau Rakit pada Sabtu siang. Setelah menebar jaring dan beristirahat dengan kondisi mesin mati, kapal tiba-tiba dihantam tongkang dan terseret sekitar 10 menit.
Dalam kondisi darurat, para ABK berupaya menyelamatkan diri menggunakan jerigen bekas solar dan styrofoam. Dua ABK, yakni Carudin (48) warga Desa Brondong dan Alfianto Agus Sulistiyo (20) warga Kelurahan Paoman, berhasil selamat setelah dievakuasi KM Sri Mulya yang melintas pada Minggu (1/3/2026) dini hari.
Dua ABK yang ditemukan meninggal oleh nelayan kapal lain yaitu Jupri Priyanto (35) warga Desa Pabean Udik, dan Wandi (39) warga Desa Karangsong.
Sedangkan 4 korban hilang masih dalam pencarian adalah Ari Wibowo (23), Asep Agustina (24) warga Desa Penganjang, Mas’ud (38) warga Kelurahan Paoman, dan Ono (50) warga Desa Tambak. @safaro















