Indramayu, PN
Bupati Indramayu, Nina Agustina mengapresiasi langkah tegas TNI/Polri dalam menangani kasus pengeroyokan dan pembunuhan terhadap dua petani mitra Pabrik Gula (PG) Jatitujuh oleh sekelompok orang pada hari Senin 4 Oktober 2021 di Desa Sukamulya Kecamatan Tukdana Kabupaten Indramayu.
Nina menyatakan, sikap tegas aparat itu dinilai tepat. Pasalnya, sengketa lahan yang diselesaikan dengan cara kekerasan tidak hanya merugikan petani namun akan ikut mengganggu iklim investasi daerah.
Ia menilai, keberadaan petani seharusnya dilindungi bukan dijadikan obyek untuk kepentingan kelompok tertentu. Oleh karenanya, Nina berharap, aksi premanisme yang berkedok ‘melindungi petani’ tidak terjadi lagi di Kabupaten Indramayu.
“Kasihan petani kita, seharusnya jangan diseret ke pusaran konflik kepentingan kelompok. Secara pribadi, saya prihatin dan menyampaikan terima kasih kepada Polres dan Kodim jajaran atas tindakan tegas ini,” kata Nina usai gebyar vaksinasi dalam rangka Hari Jadi ke – 494 Kabupaten Indramayu di Pendopo pemkab setempat, Selasa (05/10).
Menurutnya, jauh sebelum peristiwa pembantaian dua orang petani tebu, pihaknya sebenarnya telah menyampaikan kepada pihak-pihak yang berseteru agar menahan diri.
Hal itu sebagai bagian dari upaya pemerintah daerah dalam menjaga iklim investasi yang aman dan nyaman.
“Investasi itu sensitif, kasus-kasus seperti ini tentu akan membuat investor berhitung soal kenyamanan dan keamanan,” ujar dia.
Oleh karena itu, Nina menjamin setiap bentuk kekerasan dan pelanggaran hukum yang berimplikasi terhadap gangguan iklim investasi, akan diberangus dari Indramayu.
“Saya pikir di daerah manapun, atau dibelahan dunia manapun, tidak akan pernah membiarkan bentuk kekerasan. Saya menjamin, situasi di Indramayu aman dan nyaman untuk berinvestasi,” tegas Nina.
Disinggung ada anggota DPRD Indramayu yang ditangkap, Ia menegaskan semuanya menjadi urusan aparat penegak hukum (APH). Saat ini yang penting masyarakat aman dan kondusif. (saprorudin)















