Kabupaten Cirebon, PN
Bupati Cirebon Drs. H.Imron, M.Ag, melantik sejumlah dewan pengawas dan direktur Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Tirtajati di Pendopo Bupati, Jalan Kartini, Kecamatan Kejaksan, Kota Cirebon, Jumat (27/8/2021).
Pejabat yang dilantik yaitu Ir. H. Avip Suherdian, MT sebagai Ketua dewan pengawas, Anas Basuki, S.Si sebagai sekretaris dewan pengawas, H. Azis Hakim, S.Ud sebagai anggota dewan pengawas.
Kemudian, Muhammad Irsyad, SH., M.Si., sebagai direktur teknik dan Hendra Chandra Saputra, SH sebagai direktur umum.
Bupati Cirebon dalam wawancaranya dengan awak media dan tim Diskominfo dan Humas Kabupaten Cirebon mengatakan untuk pejabat yang baru saja dilantik saya minta agar tetap untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat karena Perusahaan Umum Daerah Air Minum Tirtajaya sering mendapatkan keluhan dari para pelanggan, katanya.
Saat musim kemarau kebutuhan air bersih di Kabupaten Cirebon dipastikan meningkat oleh karena itu tunjukkanlah kinerja yang baik sehingga permasalahan dan persoalan yang terjadi, In Syaah Allah pasti dapat teratasi, tegasnya.
” Perumda Air Minum Tirta Jati ini membutuhkan Sumber Daya Manusia yang handal karena itu saya sebagai Bupati Cirebon berharap setelah dewan pengawas dan direktur perumda air minum dilantik dan kedepannya jangan sampai ada lagi atau mendapatkan banyak keluhan dari mayarakat atau pelanggan ” pinta Bupati Cirebon.
Dijelaskan H. Imron bahwasannya Perumda Air Minum Tirtajati ini memiliki dua fungsi yakni sosial dan ekonomi, untuk sosialnya perumda air minum harus bisa membantu masyarakat yang membutuhkan air bersih, sedangkan secara fungsi ekonominya dapat berkontribusi dalam peningkatan pendapatan asli daerah (PAD), jelasnya.
“Berarti perumda air minum tirtajati ini juga harus dapat berperan dalam pembangunan dan juga kemajuan di Kabupaten Cirebon ” tutup Bupati Cirebon H. Imron.
Ditempat yang sama Direktur Utama Perumda Air Minum Tirtajati Suharyadi mengungkapkan bahwa perusahaan yang dipimpinnya itu akan terus berkontribusi memberikan PAD dan tidak tanggung-tanggung 55 persen laba bersih diberikan kepada daerah, ungkapnya.
Menurutnya disepanjang tahun 2021 kata pihaknya sudah menghimpun laba kotor mencapai Rp 1,3 miliar. ” Hampir separuhnya untuk daerah selebihnya untuk program CSR dan tunjangan bagi karyawan ” pungkasnya. ( Nurzaman )















