• Advertorial
    • Kontak Kami
    Minggu, Mei 31, 2026
    Harian Pelita News
    • BERANDA
    • CIAYUMAJAKUNING
      • KABUPATEN CIREBON
      • KOTA CIREBON
      • INDRAMAYU
      • MAJALENGKA
      • KUNINGAN
    • EKONOMI & BISNIS
    • KESEHATAN
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • NASIONAL
    Tidak ada hasil
    Tinjau semua hasil
    • BERANDA
    • CIAYUMAJAKUNING
      • KABUPATEN CIREBON
      • KOTA CIREBON
      • INDRAMAYU
      • MAJALENGKA
      • KUNINGAN
    • EKONOMI & BISNIS
    • KESEHATAN
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • NASIONAL
    Tidak ada hasil
    Tinjau semua hasil
    Harian Pelita News
    Tidak ada hasil
    Tinjau semua hasil
    IKLAN
    Beranda CIAYUMAJAKUNING

    Banjir Cirebon Jadi Alarm, Bupati Imron Gandeng Kuningan Perkuat Penanganan Hulu–Hilir

    Harian Pelita News oleh Harian Pelita News
    Januari 26, 2026
    dalam CIAYUMAJAKUNING, INFORMASI, KABUPATEN CIREBON, KUNINGAN, PEMERINTAH DAERAH
    0 0
    0
    Banjir Cirebon Jadi Alarm, Bupati Imron Gandeng Kuningan Perkuat Penanganan Hulu–Hilir
    0
    BERBAGI
    10
    TAMPILAN
    Share on FacebookShare on WhatsappShare on Twitter

    Cirebon | Pelita News. — Banjir besar yang melanda Kabupaten Cirebon pada akhir Desember 2025 hingga awal januari 2026 menjadi alarm keras bagi pemerintah daerah. Bupati Cirebon Imron menegaskan, penanganan banjir tidak bisa lagi dilakukan secara parsial, melainkan harus melalui kerja sama lintas wilayah, terutama dengan Kabupaten Kuningan sebagai daerah hulu.

    Penegasan itu disampaikan Imron saat pertemuan bersama Pemerintah Kabupaten Kuningan di kawasan Waduk Darma. Ia menilai, posisi Cirebon sebagai wilayah hilir membuat daerahnya sangat bergantung pada kondisi lingkungan di hulu.

     

    “Kalau hulunya tidak dijaga, hilir pasti terdampak. Penanganan banjir harus menyeluruh dari hulu sampai hilir,” ujar Imron.

     

    Ia mengungkapkan, banjir yang terjadi akhir tahun lalu menjadi bukti nyata bahwa kerusakan lingkungan, alih fungsi lahan, hingga lemahnya pengawasan tata ruang masih menjadi persoalan serius. Salah satu yang disorot Imron adalah maraknya bangunan liar di bantaran sungai dan kawasan resapan air.

     

    Menurutnya, keberadaan bangunan tersebut menghambat aliran sungai dan memperbesar risiko banjir saat hujan dengan intensitas tinggi. Karena itu, Pemkab Cirebon memastikan akan bersikap tegas terhadap pelanggaran tata ruang.

     

    “Kami tidak bisa lagi toleran terhadap perilaku yang merusak lingkungan, termasuk bangunan di sempadan sungai dan kebiasaan membuang sampah ke aliran air. Ini menyangkut keselamatan masyarakat,” tegasnya.

     

    Sebagai langkah pencegahan, Pemkab Cirebon dan Pemkab Kuningan sepakat melakukan penanaman pohon di wilayah perbatasan kedua daerah. Upaya ini ditujukan untuk memperkuat kawasan resapan air sekaligus menjaga keseimbangan ekosistem.

     

    Di wilayah hilir, Pemkab Cirebon juga mempercepat normalisasi sungai dengan menggandeng Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS). Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan kapasitas sungai dalam menampung debit air saat hujan deras.

     

    “Kami terus mendorong percepatan normalisasi sungai agar potensi luapan air bisa ditekan,” kata Imron.

     

    Sementara itu, Bupati Kuningan Dian Rachmat Yanuar menegaskan bahwa pembangunan kolam retensi di wilayah hulu menjadi salah satu solusi strategis untuk menahan laju aliran air menuju Cirebon.

     

    Menurut Dian, Kuningan dan Cirebon memiliki keterkaitan ekologis yang tidak bisa dipisahkan. Kerusakan lingkungan di satu wilayah akan berdampak langsung ke wilayah lain.

     

    “Selain infrastruktur, edukasi masyarakat juga sangat penting. Kesadaran untuk tidak membuang sampah sembarangan harus terus dibangun,” ujarnya.

     

    Kedua kepala daerah sepakat bahwa tantangan penanganan banjir ke depan semakin kompleks, terutama di tengah ancaman cuaca ekstrem. Berdasarkan data BMKG, curah hujan dengan intensitas tinggi diperkirakan masih akan berlangsung hingga April 2026.

     

    Dengan kondisi tersebut, penanganan banjir kini menjadi agenda prioritas bersama yang menuntut kolaborasi pemerintah, masyarakat, dan seluruh pemangku kepentingan dari hulu hingga hilir.@Sur

    Tags: CiayumajakuningKabupaten CirebonKuninganPemerintah Daerah
    Sebelumnya

    Rangkaian HPN 2026, 200 Wartawan Siap Berangkat 'Retret' Orientasi Kebangsaan 

    Berikutnya

    Bupati Imron Dorong Kemenag Perkuat Kerukunan dan Kepedulian Lingkungan

    Harian Pelita News

    Harian Pelita News

    Berikutnya
    Bupati Imron Dorong Kemenag Perkuat Kerukunan dan Kepedulian Lingkungan

    Bupati Imron Dorong Kemenag Perkuat Kerukunan dan Kepedulian Lingkungan

    Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    • Trending
    • Komentar
    • Terkini
    Tiga Bocah Warga Desa Kebonturi Diduga Jadi korban Kekerasan Oknum Kuwu

    Tiga Bocah Warga Desa Kebonturi Diduga Jadi korban Kekerasan Oknum Kuwu

    Mei 21, 2026
    Lulus 100%: 175 Siswa SMK Bina Warga Lemahabang Dilepas, Bawa Pesan “Gigih, Kuat, Pantang Menyerah” Menuju Dunia Kerja

    Lulus 100%: 175 Siswa SMK Bina Warga Lemahabang Dilepas, Bawa Pesan “Gigih, Kuat, Pantang Menyerah” Menuju Dunia Kerja

    Mei 5, 2026
    Jalan Penghubung Sedong Kidul-Karangwuni Putus, 147 KK Terisolir dan 4 Rumah Rusak Berat & Ringan

    Jalan Penghubung Sedong Kidul-Karangwuni Putus, 147 KK Terisolir dan 4 Rumah Rusak Berat & Ringan

    Mei 19, 2026
    Kang Suharso Pimpin Konsolidasi: 35 PAC PARINDRA Kab. Cirebon Terbentuk

    Kang Suharso Pimpin Konsolidasi: 35 PAC PARINDRA Kab. Cirebon Terbentuk

    Mei 2, 2026
    Jagat Maya Geger, Kasus Laka Maut Malam Idul Adha di Jembatan Kanci Diduga Ulah Geng Motor

    Jagat Maya Geger, Kasus Laka Maut Malam Idul Adha di Jembatan Kanci Diduga Ulah Geng Motor

    Mei 30, 2026
    Pembangunan Jembatan Gantung Desa Cempaka Disoal, Warga Pertanyaan Kenapa Pembangunan Mandeg

    Pembangunan Jembatan Gantung Desa Cempaka Disoal, Warga Pertanyaan Kenapa Pembangunan Mandeg

    Mei 30, 2026
    Iduladha 1447 H, PWI-IKWI Kabupaten Indramayu, Potong Satu Sapi dan Tiga Kambing

    Iduladha 1447 H, PWI-IKWI Kabupaten Indramayu, Potong Satu Sapi dan Tiga Kambing

    Mei 30, 2026
    SMK Muhammadiyah Lemahabang Qurban 39 Kambing dan 1 Sapi, Prioritaskan Warga Dhuafa

    SMK Muhammadiyah Lemahabang Qurban 39 Kambing dan 1 Sapi, Prioritaskan Warga Dhuafa

    Mei 30, 2026
    https://harianpelitanews.id/wp-content/uploads/2025/02/IMG_20250204_101013_260-6.png
    • SMK Muhammadiyah Lemahabang Qurban 39 Kambing dan 1 Sapi, Prioritaskan Warga Dhuafa

      SMK Muhammadiyah Lemahabang Qurban 39 Kambing dan 1 Sapi, Prioritaskan Warga Dhuafa

      0 bagi
      Bagi 0 Tweet 0
    • Pembangunan Jembatan Gantung Desa Cempaka Disoal, Warga Pertanyaan Kenapa Pembangunan Mandeg

      0 bagi
      Bagi 0 Tweet 0
    • Warga Keluhkan Sampah Di Blok Sibunder Desa Jemaras Kidul Yang Mulai Menggunung dan Mengeluarkan Aroma Menyengat 

      0 bagi
      Bagi 0 Tweet 0
    • Jagat Maya Geger, Kasus Laka Maut Malam Idul Adha di Jembatan Kanci Diduga Ulah Geng Motor

      0 bagi
      Bagi 0 Tweet 0
    • Iduladha 1447 H, PWI-IKWI Kabupaten Indramayu, Potong Satu Sapi dan Tiga Kambing

      0 bagi
      Bagi 0 Tweet 0
    Harian Pelita News

    Media Online Pelita News
    Kami selalu menyajikan informasi dengan Cepat dan Akurat.

    Kunjungi Kami

    Kategori Berita

    • CIAYUMAJAKUNING (12,387)
    • EKONOMI & BISNIS (312)
    • INDRAMAYU (5,264)
    • INFORMASI (561)
    • Jawa Tengah (408)
    • KABUPATEN CIREBON (5,947)
    • KESEHATAN (80)
    • KOTA CIREBON (1,043)
    • KUNINGAN (132)
    • MAJALENGKA (62)
    • NASIONAL (629)
    • OLAHRAGA (42)
    • PEMERINTAH DAERAH (721)
    • TEKNOLOGI (90)
    • Uncategorized (463)

    Berita Terbaru

    Jagat Maya Geger, Kasus Laka Maut Malam Idul Adha di Jembatan Kanci Diduga Ulah Geng Motor

    Jagat Maya Geger, Kasus Laka Maut Malam Idul Adha di Jembatan Kanci Diduga Ulah Geng Motor

    Mei 30, 2026
    Pembangunan Jembatan Gantung Desa Cempaka Disoal, Warga Pertanyaan Kenapa Pembangunan Mandeg

    Pembangunan Jembatan Gantung Desa Cempaka Disoal, Warga Pertanyaan Kenapa Pembangunan Mandeg

    Mei 30, 2026
    • Advertorial
    • Kontak Kami

    © 2020 Harian Pelita News - PT. Sinar BIntang Intermedia. Developed by CV Arkitech.

    Tidak ada hasil
    Tinjau semua hasil
    • Beranda
    • CIAYUMAJAKUNING
      • KABUPATEN CIREBON
      • KOTA CIREBON
      • INDRAMAYU
      • MAJALENGKA
      • KUNINGAN
    • EKONOMI & BISNIS
    • KESEHATAN
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • NASIONAL

    Masuk ke Akun Anda

    Lupa Password?

    Isi form isian dibawah

    Seluruh form isian wajib diisi. Masuk

    Retrieve your password

    Please enter your username or email address to reset your password.

    Masuk