Pelita News I Indramayu – Pengamanan objek vital nasional (Obvitnas) PT. KPI RU VI Balongan sejalan dengan UUD 1945 Pasal 33 ayat 3, yakni, bumi, air, dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat.
Demikian dikatakan, Danrem 063/Sunan Gunung Jati, Kolonel Inf Hista Soleh Harahap, S.I.P., M.I.P., M. Han, usai Apel Kesiapsiagaan Pengamanan Instalasi Strategis di Lapangan Komplek Perumahan Pertamina Bumi Patra Indramayu, Senin (1/12/2025).
Karena bumi dan air dikuasi negara, kata dia, maka Obvitnas RU VI Balongan menjadi tanggung jawab bersama atau tanggung jawab negara, dan kehadiran pihaknya disini (RU VI) merupakan bentuk kehadiran negara.
Kemudian, kalau ada pertanyaan kenapa TNI hadir, karena TNI adalah bagian dari negara.
“Kami hadir untuk mengamankan Obvitnas. Pengamanan itu dalam rangka mencegah agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, terutama gerakan sabotase atau hal-hal yang bisa mengancam keamanan Obvitnas,” tegasnya.
Saat memimpin Apel Kesiapsiagaan Pengamanan Instalasi Strategis itu, Damrem membacakan amanat Pangdam III/Siliwangi, Mayjen TNI Kosasih, S.E., Dalam amanatnya dikatakan, bahwa apel ini merupakan langkah strategis memastikan kesiapsiagaan seluruh unsur pengamanan dalam menghadapi potensi ancaman terhadap objek vital energi nasional. Ancaman yang dihadapi kini semakin kompleks, mulai dari keamanan fisik, kecelakaan industri, tindak kriminal, sabotase, hingga serangan berbasis teknologi.
Pengamanan instalasi strategis Pertamina harus dilakukan secara responsif dan terukur, serta didukung sinergi antara TNI, Polri, Pamobvit, keamanan internal, damkar, dan seluruh unsur manajemen.
Apel Kesiapsiagaan Pengamanan Instalasi Strategis, sambungnya, juga menjadi sarana pengecekan kesiapan personel, peralatan, serta prosedur penanganan kondisi darurat.
“Perkuat koordinasi, komunikasi, dan kerja sama agar setiap potensi ancaman dapat dicegah sedini mungkin,” terang Danrem.
Sementara itu, General Manager (GM) Kilang Balongan, Yulianto Triwibowo, mengatakan, RU VI Balongan merupakan Obvitnas. RU VI Balongan, mensuplai BBM untuk wilayah DKI Jakarta, Banten dan Jawa Barat.
“Pengamanan yang kami inginkan adalah pengamanan yang maksimal, jangan sampai ada yang menggangu Obvitnas karena ini bertujuan untuk menjaga kesetabilan energi diwilayah DKI Jakarta, Banten dan Jabar,”
Pada intinya, kata dia, PT KPI RU VI Balongan berkomitmen untuk terus memperkuat kesiapsiagaan dan sinergi lintas sektor dalam menjaga stabilitas energi nasional.
Usai apel, pimpinan beserta pejabat lainnya meninjau alutsista dan sarana pendukung pengamanan kilang. Kegiatan apel ini dilaksanakan serentak dengan PT KPI RU III Plaju sebagai upaya memperkuat sistem keamanan objek vital nasional dan memastikan operasional kilang tetap aman dan lancar demi menjaga ketahanan energi nasional.
Hadir pada kesempatan tersebut, unsur TNI, Polri, Kejaksaan, serta jajaran manajemen RU VI Balongan, termasuk Dandim 0616/Indramayu, Danlanal Cirebon, Danlanud Sugiri Sukani, Dandenpom III/Cirebon, Security Kilang Balongan dan pejabat lainnya. @safaro















