Indramayu,PN
Ketua Bawaslu Indramayu Nurhadi mengingatkan kepada seluruh pasangan calon (paslon) Pilkada Indramayu agar tetap melaksanakan protokol Covid 19, sehingga bisa terhindar dari ancaman penularan atau menularkan virus corona selama pelaksanaan kampanye .
Oleh karena itu, dirinya menginginkan agar paslon setiap selesai melaksanakan kampanye, untuk memeriksakan diri melalui uji swab maupun rapid test untuk memastikan dirinya tetap sehat dan tidak terinfeksi covid 19 setelah berkumpul dan bertatap muka dengan masyarakat.
Ia menambahkan, dengan rutin memeriksakan diri paslon bisa menjamin dirinya tetap aman dan sehat, hingga pelaksanaan Pilkada 9 Desember mendatang.”Kita semua berharap tidak ada masalah selama kampanye hingga usai pilkada , tentunya harus tetap komitmen untuk melaksanakan protokaol kesehatan seperti menggunakan masker, menjaga jarak dan cuci tangan dalam setiap kegiatan,” tutur dia.
Diakui Nurhadi, paslon selama kampanye memang tidak bisa menghindari ajakan masyarakat pendukung untuk bejabat tangan, foto selfi yang kesemuannya memaksa mereka berdekatan langsung dengan kerumunan, untuk itu test kesehatan secara rutin sangat diperlukan terutama selesai blusukan menemui masyarakat
Terkait dengan hal itu, pihak Bawaslu Indramayu menyarankan peran aktif Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan (GTPP) Covid 19 kabupaten Indramayu untuk mengarahkan program pemeriksaan uji swab maupun repid test kepada paslon termasuk merekomendasikan ke klinik atau puskesmas mana saja mereka bisa memeriksakan kesehatannya secara berkala.” Tim gugus tugas memiliki peran dalam hal ini ke klinik atau rumah sakit mana yang bisa melaksanakan uji swab atau repid test sebagai upaya pendeteksian dini terkait dengan pandemi covid 19. yang bisa saja menjangkiti mereka,” tutur dia.
Hal ini mengingat paslon kerap kali mendatangi tempat-tempat keramaian yang menjadi sasaran para calon untuk berkampanye, seperti pasar, kegiatan hajatan masyarakat, dan lain sebagainya. “ kepada para calon kami harapkan tetap bisa menerapkan protokol kesehatan untuk mencegah Covid-19, apalagi dengan banyaknya kunjungan dan interaksi sampai berjabat tangan, itu sangat berpotensi,” pungkasnya. ( san).















