Pelita News | Kab. Cirebon – Setelah lebih dari lima tahun beroperasi sebagai rumah sakit rujukan Tipe B tanpa sistem fire hydrant yang berfungsi optimal, RSUD Waled Kabupaten Cirebon akhirnya akan memiliki jaringan proteksi kebakaran yang lebih lengkap. Pemerintah Kabupaten Cirebon mengalokasikan anggaran sekitar Rp1,6 miliar pada tahun 2026 untuk membangun sistem hydrant yang selama ini menjadi kebutuhan mendesak demi meningkatkan keselamatan pasien, tenaga kesehatan, hingga pengunjung rumah sakit.
Direktur RSUD Waled, dr. Deni Wirhana, menyambut baik realisasi anggaran tersebut. Menurutnya, pembangunan sistem hydrant merupakan langkah penting dalam memperkuat standar keamanan di lingkungan rumah sakit yang selama ini hanya mengandalkan Alat Pemadam Api Ringan (APAR).
“Ini merupakan kebutuhan yang sudah lama kami nantikan. Kami mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Cirebon yang telah memberikan perhatian terhadap aspek keselamatan di RSUD Waled. Kehadiran sistem hydrant akan memberikan perlindungan yang lebih maksimal bagi pasien, tenaga kesehatan, maupun masyarakat yang datang ke rumah sakit,” kata Deni, Minggu (5/7/2026).
Ia menjelaskan, instalasi utama hydrant sebenarnya telah tersedia sejak beberapa tahun lalu. Namun, jaringan pipa yang menghubungkan sistem tersebut ke setiap ruangan belum pernah dibangun sehingga fasilitas tersebut belum bisa dimanfaatkan secara optimal.
“Bangunan instalasinya sudah ada. Yang belum adalah jaringan pipa menuju setiap ruangan. Alhamdulillah tahun ini sudah dianggarkan dan prosesnya akan segera memasuki tahap lelang,” ujarnya.
Deni mengungkapkan, dirinya belum genap satu tahun memimpin RSUD Waled sehingga tidak mengetahui secara rinci alasan pembangunan hydrant belum direalisasikan pada tahun-tahun sebelumnya. Meski demikian, manajemen rumah sakit memastikan akan mendukung penuh seluruh proses pembangunan agar sistem tersebut dapat segera beroperasi.
Sebelum jaringan hydrant selesai dibangun, RSUD Waled tetap mengedepankan standar keselamatan dengan menyediakan sekitar 120 unit APAR yang ditempatkan di berbagai ruangan sebagai langkah antisipasi apabila terjadi kebakaran.
“Seluruh ruangan sudah dilengkapi APAR. Itu menjadi sistem pengamanan sementara sampai hydrant selesai dibangun,” jelasnya.
Menurut Deni, keberadaan APAR selama ini turut mendukung pemenuhan standar akreditasi keselamatan sehingga RSUD Waled mampu mempertahankan statusnya sebagai rumah sakit rujukan Tipe B. Namun demikian, sistem hydrant tetap menjadi elemen penting untuk menyempurnakan sistem proteksi kebakaran sesuai standar pelayanan rumah sakit.
Sementara itu, Kepala Bagian Pengadaan Barang dan Jasa (Barjas) Setda Kabupaten Cirebon, Sutadi Sukarya, membenarkan proyek pembangunan sistem hydrant akan mulai direalisasikan pada tahun anggaran 2026.
Ia mengatakan, proyek tersebut akan dilaksanakan melalui mekanisme lelang terbuka dengan nilai anggaran sekitar Rp1,6 miliar.
Dengan dimulainya pembangunan tersebut, RSUD Waled diharapkan segera memiliki sistem proteksi kebakaran yang lebih modern dan menyeluruh. Selain meningkatkan keamanan aset rumah sakit, keberadaan hydrant juga diharapkan mampu memberikan rasa aman bagi masyarakat yang memanfaatkan layanan kesehatan di RSUD Waled. @Ries














