Pelita News | Kab. Cirebon – Ribuan warga Desa Ciawiasih, Kecamatan Susukanlebak, Kabupaten Cirebon, menggelar pawai obor pada malam 1 Muharram 1448 H, Kamis malam (11/6/2026). Tradisi tahunan ini menjadi syiar Islam warga untuk menyambut Tahun Baru Islam dengan semangat hijrah dan kebersamaan.
Pawai dimulai setelah shalat Magrib dari Blok Birday, Desa Ciawiasih. Barisan paling depan dipimpin Tim Drum Band, disusul warga dari anak-anak hingga orang dewasa berbaris rapi mengelilingi jalan-jalan desa sambil melantunkan selawat, dzikir, dan takbir.
Momentum syiar Islam ini turut disemarakkan Bos Amora Properti, PT. Tekad Bangkit Utama Ciawiasih, H. Rizal. Ia membagikan sekitar 700 paket snack untuk seluruh peserta pawai obor.
H. Rizal mengungkapkan rasa syukur atas antusiasme warga Ciawiasih dalam melestarikan tradisi malam 1 Muharram. Ia berharap momentum hijrah dapat dijadikan untuk memperbaiki diri jadi lebih baik.
“Alhamdulillah, saya bersyukur melihat semangat warga Ciawiasih menyambut tahun baru Islam. Pawai obor ini tradisi yang bagus untuk syiar dan mempererat silaturahmi. Semoga pembagian 700 paket snack ini bisa menambah kebahagiaan adik-adik dan warga yang ikut pawai,“ ujarnya.
Cahaya Hijrah dengan Gema Drum Band
Peserta pawai membawa obor tradisional yang dihias lampion dan kertas warna-warni. Dentuman drum band di barisan depan menambah semarak suasana, sementara api obor melambangkan cahaya pengetahuan, petunjuk, dan semangat hijrah menuju kehidupan yang lebih baik.
Tokoh masyarakat Desa Ciawiasih, Hendri menyampaikan, pawai obor bukan sekadar tradisi, tapi bentuk syukur menyambut tahun baru Hijriah. “Sambil jalan kita berdzikir dan bersholawat, anak-anak juga diajarkan makna hijrah Rasulullah. Kehadiran drum band membuat anak-anak makin semangat ikut pawai,” imbuhnya.
Senada di sampaikan Demang, ia mengapresiasi antusiasme warga dan dukungan H. Rizal. Ia menyebut pawai obor malam 1 Muharram sudah jadi tradisi turun-temurun yang mempersatukan warga.
“Malam 1 Muharram itu pergantian hari dalam kalender Hijriah dimulai saat matahari terbenam. Maknanya mendalam: syiar Islam, rasa syukur, kebersamaan, dan semangat hijrah. Kami berterima kasih kepada Bos Amora Properti yang peduli dengan ikut berbagi untuk warga,” ungkapnya.
Dengan pawai obor, dentuman drum band dan petasan, serta berbagi snack ini, warga Desa Ciawiasih menutup tahun lama dan membuka lembaran baru 1448 H dengan doa, dzikir, serta komitmen memperbaiki diri. @Ries














