Pelita News | Cirebon Timur – Dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) Sumurkondang 2 di Kecamatan Karangwareng, Kabupaten Cirebon, berstandar nasional. Pengelola menyebut seluruh ruangan ber-AC, steril, serta Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) dan utilitas telah berfungsi optimal sehingga air limbah dapur jernih dan ramah lingkungan.
Lokasi dapur yang strategis dengan bangunan mewah menjadi nilai tambah SPPG Sumurkondang 2 yang dikelola Yayasan Parahita Rakha Nusantara. Meski masih ada beberapa fasilitas penunjang yang terus ditingkatkan, dapur ini diklaim baru dua minggu beroperasi dan telah menjangkau 1.500 penerima manfaat dengan menu sesuai standar gizi nasional.
Hal itu disampaikan Pengurus Yayasan Parahita Rakha Nusantara, Heriyanto, S.E., saat ditemui di lokasi, Rabu (6/5/2026) kemarin. Heriyanto yang juga Kuwu Desa Sumurkondang dua periode menjelaskan, program MBG ini tak hanya fokus pada pemenuhan gizi.
“Hampir 80 persen tenaga kerja kami rekrut dari warga setempat. Ini bentuk komitmen MBG untuk meminimalisir kemiskinan ekstrem di desa, sekaligus menumbuhkan UMKM di sekitar dapur, baik siang maupun malam, untuk mendongkrak daya beli masyarakat,” ujarnya.
Menurutnya, keberadaan dapur MBG tak sekadar meningkatkan gizi generasi muda, tetapi juga menggerakkan perekonomian desa dan memberdayakan masyarakat. Ia berharap dapur mewah ini menjadi teladan bagi wilayah Cirebon Timur. “Ikuti Aturan BGN, Tidak Boleh Asal-asalan” imbuhnya.
Heriyanto menegaskan investasi pembangunan dapur MBG tidak sedikit. Karena itu, pihaknya berkomitmen mengikuti aturan Badan Gizi Nasional (BGN). “Jika mengikuti aturan BGN, kita tidak boleh asal-asalan. Selain orientasi bisnis, aspek sosial harus diutamakan,” tegasnya.
Ia menambahkan, seluruh ruangan dapur sudah steril dan ber-AC. IPAL dan utilitas diklaim berfungsi optimal sehingga air limbah dapur tampak jernih dan ramah lingkungan. @Ries















