Pelita News | Cirebon Timur — SMK Samudra Nusantara Astanajapura, Kabupaten Cirebon kembali menunjukkan kepedulian sosialnya dengan menyalurkan bantuan sosial kepada 60 anak yatim piatu yang merupakan warga sekitar sekolah. Kegiatan baksos yang digelar di Bulan Suci Ramadhan menjelang Lebaran ini merupakan bentuk kepedulian dan kebersamaan warga sekolah. Jum’at (13/3/2026).
Pelaksanaan kegiatan baksos sendiri konon sejalan dengan nilai – nilai pada program Gapura Pancawaluya yang dicanangkan oleh Dinas Pendidikan Jawa Barat. Pancawaluya adalah program pendidikan karakter berbasis kearifan lokal Sunda di Jawa Barat yang bertujuan membentuk “Manusa Waluya (manusia paripurna) dengan lima pilar: Cageur (sehat lahir batin), Bageur (baik hati/berakhlak), Bener (jujur/tepat), Pinter (cerdas), dan Singer (terampil/tangkas).
Ketua Panitia Pesantren Ekologi SMK Samudra Nusantara Astanajapura, Muhamad Lutfi, S.Pd menjelaskan, Pendidikan karakter menjadi salah satu isu penting dalam sistem pendidikan di Indonesia, yang semakin relevan dalam menghadapi tantangan globalisasi dan perubahan sosial. Dalam konteks ini, konsep Pancawaluya, yang terdiri dari lima nilai karakter menjadi acuan yang sangat penting.
“Pendidikan karakter Pancawaluya tidak hanya berfokus pada aspek akademis, tetapi juga pada pembentukan sikap dan perilaku yang baik, yang sangat diperlukan dalam menciptakan generasi yang berkualitas,“ terangnya.
Namun menurutnya, di tengah wacana yang berkembang, tantangan dan realita dalam implementasinya sering kali menghadapi berbagai hambatan yang kompleks. Pendidikan karakter Pancawaluya merupakan bagian integral dari upaya untuk membangun karakter bangsa yang kuat dan berintegritas.
“Pendidikan karakter adalah suatu proses yang bertujuan untuk membentuk kepribadian peserta didik melalui nilai-nilai moral yang baik. Konsep Pancawaluya mencakup lima nilai yang saling terkait dan saling melengkapi, yang jika diinternalisasikan dengan baik dapat membentuk individu yang utuh,“ kata Lutfi.
Lanjut dikatakan Lutfi, dalam nilai Pancawaluya terdapat Bageur (Baik). Nilai kebaikan ini mencakup sikap saling menghormati, empati, dan kepedulian terhadap sesama. Selanjutnya, Pendidikan karakter harus menanamkan nilai-nilai kebaikan agar anak-anak dapat hidup dalam harmoni.
“Contohnya seperti kegiatan bakti sosial hari ini yang melibatkan siswa, baksos dapat mengajarkan mereka untuk peduli terhadap lingkungan dan sesama, serta membangun rasa solidaritas yang kuat,“ ujarnya.
Ia menyebutkan, untuk bantuan yang disalurkan pihak sekolah kepada 60 anak yatim piatu kali ini berupa paket sembako, nasi kotak dan uang tunai. Kegiatan ini tentunya sebagai bentuk rasa berbagi kebahagiaan dengan mereka di bulan yang suci.
“Baksos ini diharapkan dapat memberikan sedikit kebahagiaan bagi anak yatim piatu dan menjadi motivasi bagi mereka untuk terus belajar dan berprestasi,“ imbuh Lutfi.
Lutfi pun mengungkapkan, tujuan dari baksos dari hasil shodaqoh siswa dan guru adalah untuk membantu dan memberikan kebahagiaan kepada mereka yang membutuhkan. Ia berharap bentuk kepedulian sosial dan kebersamaan dilingkungan sekolah dapat terus terjaga.
“Selain membantu meringankan anak anak yatim piatu yang membutuhkan, kegiatan baksos ini juga sebagai sarana meningkatkan kepedulian sosial, membangun kebersamaan dan solidaritas dan mendapatkan pahala dan keberkahan,“ ungkapnya. @Ries















