Pelita News | Kabupaten Cirebon — Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Laskar NKRI DPD Kabupaten Cirebon menghadiri pembukaan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) LSM Laskar NKRI yang digelar di Lantai 3 Ballroom Swiss-Belinn Karawang, Minggu (1/2/2026). Untuk pertama kalinya di tahun 2026, organisasi tersebut menggelar Rapat Kerja Nasional (Rakernas) sebagai ruang temu gagasan, refleksi, sekaligus peneguhan arah perjuangan organisasi.
Sejumlah akademisi dan tokoh nasional hadir sebagai narasumber dalam forum diskusi Rakernas LSM Laskar NKRI, memberikan pandangan strategis terkait dinamika kebangsaan dan penguatan peran organisasi.
Selain dihadiri oleh Pengurus Laskar NKRI se-Indonesia termasuk Laskar NKRI DPD Kabupaten Cirebon, pembukaan Rakernas ini juga turut dihadiri sejumlah pejabat Forkopimda Karawang, seperti perwakilan dari Kapolres, Dandim 0604/Karawang hingga Kejaksaan Negeri Karawang.
Ketua LSM Laskar NKRI DPD Kabupaten Cirebon, Jaenudin menegaskan, Rakernas ini tak sekadar hanya forum rutin. Di tengah dinamika sosial dan politik yang kian kompleks, Laskar NKRI menghelat kegiatan Rakernas sebagai momentum memperkuat soliditas internal dan menegaskan komitmen menjaga persatuan serta keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
“Rakernas ini menjadi ruang strategis untuk evaluasi dan memperkuat arah gerakan. Kami berharap LSM Laskar NKRI ke depan dapat bergerak jauh lebih baik, lebih tertata, dan semakin dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,“ ujarnya.
Ia kembali mengatakan, pada Rakernas tahun ini mengusung semangat membangun bangsa dengan menyiapkan sumber daya manusia yang kreatif di bidang ekonomi, advokatif di bidang hukum, serta partisipatif di bidang politik dan pemerintahan.
“Tema tersebut dinilai relevan dengan tantangan kebangsaan saat ini, dimana peran masyarakat sipil dituntut semakin aktif, kritis, dan solutif,“ tambah Jaenudin, Senin (2/2/2026).
Tak hanya soal konsolidasi dan sikap politik, Rakernas ini juga menegaskan orientasi sosial-ekonomi organisasi. Laskar NKRI berkomitmen mendorong pertumbuhan ekonomi nasional melalui penguatan ekonomi kreatif, khususnya bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), serta menjalankan fungsi kontrol pembangunan secara konstruktif. @Ries















