
Pelita News | Cirebon Timur – Pasca terjadinya peristiwa kebakaran di Pasar Lemahabang, Kabupaten Cirebon pada Selasa sore (30/12/2025) sekitar Pukul 18.30 Wib, hari ini Tim Satreskrim dan Inafis Polresta Cirebon langsung bergerak melakukan Olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), Rabu (31/12/2025).
Berdasarkan pantauan Pelita News, olah TKP nampak berjalan lancar tanpa adanya aktifitas di dalam lokasi Pasar Lemahabang yang sudah terlihat rata dan hangus dilahap si jago merah. Sebanyak 10 pintu masuk Pasar Lemahabang di pasang Police Line sebagai tanda resmi kepolisian yang menandakan area dalam penanganan hukum yang perlu disterilkan untuk penyelidikan dan pengamanan bukti.
Kapolresta Cirebon, Kombes Pol Sumarni melalui Wakasatreskrim Polresta Cirebon, AKP Iwa Mashadi mengungkapkan, kegiatan olah TKP yang dilakukan Satreskrim dan Inafis hari ini menindaklanjuti pasca kejadian kebakaran di pasar Desa Lemahabang Kulon yang terjadi pada Selasa (30/12/2025) kemarin.
“Olah TKP ini tentunya untuk melakukan pengamatan keadaan secara umum dan secara spesifik juga meneliti terhadap barang – barang ataupun kios – kios dan los – los yang terbakar. Kami mencari barang – barang yang berkaitan dengan kejadian,“ ujarnya.
Iwan Mashadi yang di dampingi Kapolsek Lemahabang, AKP Yuliana, membeberkan, dari hasil olah TKP ini terdapat beberapa barang yang sudah di amankan, seperti bekas kabel yang terbakar dan sisa barang elektronik yang terbakar. Namun demikian sifatnya sebagai tahap awal dan selanjutnya akan memastikan dan mengetahui sebab atas kebakaran ini dengan melakukan koordinasi bersama Puslabfor Polri.
“Kita juga membutuhkan keterangan yang mendasar sebab kebakaran ini sumber nya apa. Sampai saat ini kami sudah melakukan pemeriksaan beberapa saksi dari pedagang dan saksi penjaga pasar yang pertama kali melihat adanya sumber api. Karena saat awal kejadian situasi pasar dalam keadaan tutup atau tidak ada aktifitas pedagang,“ terangnya.
Usai berlangsungnya olah TKP, Kuwu Desa Lemahabang Kulon, Rudiana menyebutkan, total sebanyak 236 Los dan 15 kios di Pasar Lemahabang Kulon terbakar. Untuk penanganan awal ini, Pemdes Lemahabang Kulon akan menyiapkan pasar darurat khususnya untuk para pedagang secara prioritas.
“Kami barusan sudah survei dan mengajak para pedagang ke lokasi sebelah untuk pindah sementara, secepatnya tempat akan segera kami siapkan sambil berjalan. Saat ini kami sedang mendata dan menginput pedagang yang aktif. Untuk kerugian bangunan dan barang diperkirakan mencapai sekitar 2 milyar,“ ungkapnya.
Di waktu yang sama, Penjaga Pasar Lemahabang Kulon sekaligus saksi kejadian, Topik Imanudin menuturkan, saat pertama kali kebakaran terjadi ia berada di depan. Sontak ia terkejut melihat asap dan langsung masuk ke dalam pasar dengan membuka seluruh pintu masuk pasar. Dirinya berusaha meminta tolong warga sekitar dan melapor ke Pos Damkar Lemahabang untuk segera melakukan penanganan.
“Titik kejadian bermula di Kios 1 dekat penjual kelapa dan api terlihat sudah besar. Saya meminta tolong ke warga sekitar karena pasar sudah dalam kondisi sepi. Api sudah membesar dan sangat cepat melahap kios – kios dan los di dalam pasar,“ jelasnya. @Ries















