Cirebon | Pelita News —Di tengah tantangan ekonomi global, sektor jasa keuangan wilayah Ciayumajakuning (Kota/Kabupaten Cirebon, Indramayu, Majalengka, dan Kuningan) justru menunjukkan performa yang stabil dan penuh optimisme.
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Cirebon menyatakan bahwa hingga pertengahan Triwulan III 2025, stabilitas sektor keuangan di kawasan ini tetap terjaga, dengan fungsi intermediasi yang berjalan cukup baik.
Yang paling mencolok adalah kinerja 18 Bank Perekonomian Rakyat (BPR) di wilayah Ciayumajakuning yang menunjukkan tanda-tanda pemulihan dan pertumbuhan positif.
Meski penyaluran kredit secara tahunan (yoy) sempat mengalami kontraksi 2,21% menjadi Rp2,05 triliun, namun pertumbuhan year-to-date (ytd) mencapai 2,49%, mencerminkan pemulihan yang sedang berlangsung.
Tidak hanya itu, rasio kredit macet (NPL) juga berhasil ditekan! Secara yoy dan ytd, NPL masing-masing turun 0,10% dan 1,67%—ini menunjukkan bahwa debitur makin disiplin dan sistem penyaluran kredit makin selektif.
Dari sisi profitabilitas, BPR di Ciayumajakuning mencetak rekor. Rasio ROA meningkat signifikan sebesar 5,34% yoy menjadi 3,12%. Ini menjadi bukti bahwa BPR tak hanya mampu bertahan, tapi menghasilkan keuntungan lebih efisien.
Penurunan rasio BOPO sebesar 37,60% ke angka 79,98% juga menunjukkan efisiensi operasional yang meningkat—langkah besar menuju BPR yang lebih modern dan kompetitif.
OJK Cirebon juga memastikan seluruh BPR di bawah pengawasannya memperketat penerapan strategi anti-fraud sesuai POJK Nomor 12 Tahun 2024. Langkah ini penting untuk menjaga integritas dan kepercayaan masyarakat terhadap lembaga keuangan lokal.
Penyaluran kredit terbanyak masih menyasar sektor Perdagangan Besar dan Eceran (34,26%) dan usaha mikro kecil lainnya (48,37%), yang menunjukkan bahwa BPR masih menjadi tulang punggung pembiayaan UMKM di kawasan ini.
Kontribusi Ciayumajakuning terhadap total kinerja BPR di Jawa Barat pun sangat signifikan:
11,06% dari total kredit BPR Jabar
12,74% dari DPK
10,83% dari total aset BPR Jabar
Kepala OJK Cirebon menegaskan komitmennya untuk terus mendampingi dan mendorong pertumbuhan sehat BPR, sekaligus memastikan bahwa setiap rupiah yang berputar di sektor keuangan memberikan manfaat langsung ke masyarakat.
Dengan kinerja positif yang terus terjaga, BPR di Ciayumajakuning menunjukkan bahwa lembaga keuangan lokal bisa jadi motor penggerak ekonomi daerah. Jika tren ini berlanjut, bukan tidak mungkin Ciayumajakuning akan menjadi barometer pertumbuhan sektor keuangan mikro di Jawa Barat.@Bams















