Pelita News I Indramayu
Pisah sambut serah terima jabatan dari camat Dadang Supriyatna ke Camat Baru Akhmad Fauzie Romdhon, merupakan hal yang biasa ,namun jabatan yang melakat sebagai Camat merupakan amanah yang harus dijalankan, terutama pengabdian dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat . Demikian disampaikan Camat Sindang Akhmad Fauzie Romdhon , Selasa (16/09)
Kegiatan pisah sambut dilaksanakan di aula pendopo kecamatan Sindang cukup meriah dan berjalan lancar hingga selesai , acara dimaksud dihadiri sepuluh kuwu beserta perangkat desa, Kapolsek , Danramil dan beberapa kepala Puskesmas .yang berada di wilayah kecamatan Sindang .
Menurut Camat Sindang dalam sambutannya menjelaskan, kegiatan yang dilakukan saat ini yakni pisah sambut dan serah terima jabatan merupakan hal.biasa . Yang terpenting adalah dalam menjalankan tugas dari seorang camat harus mampu bekerja dengan sungguh-sungguh , terutama memberikan pelayanan kepada masyarakat yang membutuhkan .
Oleh karenanya dalam menjalan tugas ini , kiranya perlu bekerja secara tim, sebab tidak mungkin berjalan dengan baik jika dalam melaksanakan amanah tersebut hanya secara per orangan ” kami sangat membutuhkan kerja sama yang baik , terutama dukungan dari para Kuwu ” ujar camat Akhmad Fauzie .
Akhmad Fauzie menambahkan , untuk menjalankan tugas jika dilakukan sendiri maka jelas tidak akan sempurna bahkan jauh dari sempurna, oleh karenanya dari mulai para Kuwu hingga unsur muspika agar bersatu dalam menjalankan tugas agar pembangunan di wilayah kecamatan Sindang terus berkesinambungan . Kami yakin kalau bekerja secara tim akan memperoleh hal yang positif bagi masyarakat khususnya masyarakat kecamatan Sindang” pungkas camat
Sementara para Kuwu yang di dihubungi Pelita News, merasa yakin kalau Camat yang baru akan membawa amanah , dari sambutan yang disampaikan kepada masyarakat dan atau para undangan , sudah merupakan langkah yang positif untuk memajukan pembangunan di wilayah kecamatan Sindang . ” Para Kuwu se kecamatan Sindang siap dukung demi kemajuan pembangunan” ujar para kuwu (Duliman)















